Makam yang terletak di bagian sisi selatan rumah kontrakan Totok tersebut rupanya merupakan makam Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia.
"Iya, makam anaknya Ibu Fanni," ujar Camat Godean Sarjono kepada Kompas.com Jumat (17/01/2020).
Makam itu terlihat seperti gundukan tanah berukuran sekitar 50 sentimeter dan di sekelilingnya terdapat batu warna putih yang menjadi penanda.
Dari informasi yang didapatnya, Sarjono mengatakan, Fanni mengalami keguguran saat kehamilannya menginjak usia sekitar tiga bulan.
Sarjono juga mengatakan tidak diketahui penyebab Ratu Keraton Agung Sejagat itu mengalami keguguran.
"Enggak tahu penyebabnya, tapi tahu-tahu masyarakat itu ada laporan bahwa dikubur di situ," kata Sarjono.
Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip
Baca: Tak hanya di Purworejo, Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki 29 Orang Pengikut
Dilansir oleh Kompas.com, dari hasil mediasi dengan warga, penghuni rumah kontrakan sepakat makam tersebut dipindahkan ke makam umum.
Seperti diketahui, pada Kamis (16/1/2020) malam dilakukan mediasi antara warga Dusun Berjo Kulon dengan penghuni rumah kontrakan.
Hadir pula, dalam mediasi dari kecamatan, koramil, polsek, dukuh dan tokoh masyarakat.
Dari hasil mediasi itu dihasilkan beberapa kesepakatan yakni penghuni yang saat ini masih berada di rumah kontrakan bersedia menghentikan segala kegiatan yang berkaitan dengan Keraton Agung Sejagat.
Penghuni juga bersedia untuk pindah dari rumah kontrakan dalam jangka waktu tiga hari.
Dari keterangan Camat Godean, Sarjono ada tujuh orang yang masih tinggal dirumah kontrakan tersebut.
"Sampai dengan hari ini ada tujuh orang," ujar Camat Godean Sarjono kepada Kompas.com Jumat (17/1/2020).
Sarjono menuturkan, dari tujuh orang semuanya bukanlah warga Godean. Tetapi, ada satu orang yakni penanggung jawab sekaligus penunggu rumah yang ber-KTP Sleman.
"KTP nya yang Bu Mursinah itu Grojogan (Kabupaten Sleman)," urainya.
Disampaikannya, dari tujuh orang yang tinggal di rumah kontrakan ada keluarga dari Toto Santoso. Sisanya merupakan orang di luar anggota keluarga.
"Yang ada anaknya Pak Toto dan Fanni, yang baru berumur SMP dan TK, jadi dua anak. Yang lainya bukan keluarganya," jelasnya.
Baca: Setelah Ditangkap, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditahan Secara Terpisah
Baca: Raja Keraton Agung Sejagat Berutang Rp 1,3 M, Ratu Tulis Surat untuk Gubernur Jateng Pak Ginanjar
Sebelumnya, kemunculan kerajaan baru di Purworejo menyita perhatian publik karena menggelar kirab selama beberapa hari yang diikuti ratusan orang.
Kerajaan yang menamakan diri Keraton Agung Sejagat itu dipimpin Totok Santoso yang dipanggil Sinuhun.