Iran Tembak Pesawat Boeing 737, PM Kanada, Justin Trudeau: 'Kami akan Mencari Keadilan'

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PM Kanada, Justin Trudeau sampaikan rasa berduka kepada para keluarga korban jatuhnya pesawat maskapai Ukraina Airlines jenis Boeing 737 dan disiarkan melalui CBC News dalam Youtube

Akibat kejadian tersebut, 176 orang meninggal dunia.

Kendati pada awalnya sempat menolak disalahkan atas kasus itu, melalui Presiden Iran, Hassan Rouhani, pemerintah Iran mengucapkan duka yang mendalam bagi para korban.

"Republik Islam Iran sangat menyesal atas kesalahan besar ini"

"Duka dan doa saya untuk semua keluarga yang ditinggalkan" ujar Hassan melalui media sosial pribadinya di akun Twitter, @HassanRouhani, Sabtu (11/2/2020).

"Investigasi terus dilanjutkan untuk mencari tahu dan menuntut tragedi besar dan kesalahan tak termaafkan ini, " tambahnya.

Iran Ajak Boeing, Ukraina, dan Kanada untuk Identifikasi Kotak Hitam

Sebelumnya, Iran mengajak pihak Boeing , Ukraina, dan Kanada untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Ukraina yang menewaskan 176 orang.

Kabar yang disampaikan oleh otoritas media lokal Iran yang dikutip AP, Jumat (10/1/2020) ini menyebut Iran terbuka dengan penyelidikan luar.

Senada dengan itu, CNN pada (10/1/2020) juga mengabarkan otoritas penerbangan sipil Iran atau Iran's Civil Aviation Authority membutuhkan bantuan dari luar untuk membaca kotak hitam Pesawat Ukraina International Airlines jenis Boeing 737.

Melalui pimpinannya, Ali Abedzadeh, negaranya 'dimungkinkan' membutuhkan bantuan luar untuk memeriksa kotak hitam yang telah rusak.

"Secara umum, Iran mempunyai potensi dan cara untuk membaca kotak hitam. Semua orang tahu itu," kata Ali.

Namun demikian Ali menambahkan, "kotak hitam dari pesawat Ukraina Boeing 737 telah rusak."

"Ahli penerbangan Ukraina akan datang di sini di Teheran hari ini. Kami punya sesi diskusi dengan mereka."

"Mulai besok mereka akan mulai untuk membaca data," ungkapnya.

"Tersedianya semua peralatan tidaklah cukup untuk mengetahui isinya (kotak hitam),"

"Iran akan menyerahkan kotak hitam pada "ahli dari Prancis atau Kanada."

Lalu apa pun hasilnya akan dipublikasikan dan disebarkan ke seluruh dunia." tambah Ali.

Agen kantor berita lokal, IRNA yang mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengabarkan hal yang sama terkait keinginan itu.

Abbas Mousavi, Juru Bicara Kemenlu Iran mengatakan akan mengundang keduanya baik Boeing dan Ukraina untuk berpartisipasi dalam investigasi.

"Kami juga terbuka dengan dengan para ahli dari negara-negara lain yang warganya meninggal dalam kecelakaan," kata Abbas.

Halaman
123


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer