Iran Ajak Pihak Boeing dan Ukraina untuk Investigasi Kotak Hitam atas insiden Jatuhnya Pesawat

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Iran ajak pihak luar baik Boeing, Ukraina, dan lainnya untuk investigasi dan membuka kotak hitam atas insiden jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines

"Secara pribadi saya ragu, ini bisa jadi pertanyaan" tambah Trump.

Ragu Atas Klaim 'Kesalahan Teknis' dari Iran

Pejabat AS menyebut tidak akan memakai pernyataan intelijen untuk menuduh rudal Iran sebagai sebab jatuhnya pesawat Ukraina Boeing 737.

Namun mereka mengakui keberadaan sejumlah satelit dan sensor milik Iran di wilayah tersebut yang 'kemungkinan' dapat digunakan sebagai intelijen dengan melakukan penyadapan sejumlah alat komunikasi.

Penilaian pejabat AS ini muncul setelah adanya laporan investigasi awal dari Iran pada Kamis, (9/1) yang menyebut pilot tidak pernah membuat panggilan radio untuk meminta bantuan dan mengklaim pesawat justru berusaha kembali ke bandara ketika terbakar.

Di lain tempat, pihak Ukraina percaya 'serangan rudal' sebagai salah satu teori kemungkinan jatuhnya pesawat Ukraina Boeing 737, kendati adanya penolakan klaim tersebut dari Iran.

Baca: Pejabat AS Umumkan Sebab Jatuhnya Pesawat Boeing 737 Sangat Mungkin karena Iran

Pejabat AS umumkan sebab jatuhnya pesawat Ukraina Boeing 737 karena Iran. (Ilustrasi: Ukraina Airlines) (Wikimedia)

Laporan Pihak Iran

Sebuah investigasi dari Badan Penerbangan Sipil Iran masih belum memberikan penjelasan segera terkait peristiwa tersebut.

Pada awalnya para pejabat Iran mengklaim bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan kecelakaan pesawat Boeing 737, sebuah pernyataan yang pada mulanya juga didukung oleh pejabat Ukraina yang tidak mau berspekulasi di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.

Pihak Iran dilaporkan juga tidak mau menyerahkan kotak hitamnya kepada Boeing.

Sikap Iran tersebut sempat memicu dugaan adanya kaitan dengan serangan rudalnya terhadap jatuhnya pesawat.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer