Kerap Dinyanyikan Hanya 1 Larik Sajak, Indonesia Raya Ternyata Punya 3 Stanza, Apa Bedanya?

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki 3 stanza atau larik sajak yang puitis dan indah. Berikut penjelasan mengenai Indonesia Raya 3 stanza

Makna setiap stanza lagu Indonesia Raya

Dikutip dari Tribunnewswiki, berikut makna setiap stanza dalam lagu Indonesia Raya: 

  • Makna stanza 1

Indonesia terdiri dari bermacam etnis, suku, agama, dan budaya, wajib bersatu sebagai sebuah bangsa.

Sehingga stanza pertama lagu Indonesia Raya berisi pesan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia.

  • Makna stanza 2

Stanza 2 berisi pesan membela Negara Indonesia adalah suatu kemulian, dan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia.

Upaya pembelaan dan pembangunan Indonesia, harus menggunakan budi pekerti dan hati yang tulus.

  • Makna stanza 3

Indonesia merupakan tanah yang suci, dan milik rakyat Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan beragam suku, budaya, adat, serta norma.

Anugrah alam dan budaya tersebut wajib dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca: Profil Lengkap Soegondo Djojopoespito – Pemimpin Kongres Pemuda II

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Kongres Pemuda Kedua

Lirik Indonesia Raya 3 Stanza

Berikut lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza yang puitis dan tidak sulit untuk dihafalkan:

Stanza 1: 

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 2:

Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Disanalah aku berdiri
Untuk slama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka
P’saka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia

Halaman
123


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer