"Hubungan saya dengan Honda sangat baik, Alberto adalah orang yang percaya pada saya, tapi saya malah mengecewakannya," kata Jorge Lorenzo, dilansir dari Motorsport-Total.
Dalam kesempatan yang sama, Jorge Lorenzo juga menyebut bahwa dia selalu mendapat dukungan dari timnya dan juga Alberto Puig untuk bisa keluar dari masa-masa krisis.
"Dia selalu mendukung saya, ketika saya menyatakan keputusan saya di Malaysia, dia menangis," ucapnya.
"Dia adalah orang yang terlihat kuat dari luar dan dia sangat sensitif dalam memahami orang," kata Jorge Lorenzo.
Muncul rumor bahwa Jorge Lorenzo akan menjadi pembalap tes untuk Yamaha di MotoGP tahun depan.
Spekulasi tersebut muncul setelah Lorenzo umumkan kalau dirinya akan kembali lagi ke MotoGP dalam waktu dekat.
Namun pastinya bukan sebagai pembalap reguler, sebab juara dunia 5 kali itu tidak menginginkan tekanan yang besar, layaknya pembalap tetap MotoGP.
Maka, mungkin saja Jorge Lorenzo inginkan hal yang sama dengan Dani Pedrosa, yang memilih untuk menjadi pembalap tes bagi KTM.
Dengan demikian, tekanan yang dialami pembalap berjuluk X-Fuera ini menjadi lebih sedikit ketimbang menjadi pembalap reguler.
Spekulasi itu makin kuat lantaran Valentino Rossi juga berharap kalau Lorenzo bisa menjadi pembalap tes bagi Yamaha.
Apalagi, Lorenzo cukup kuat dan kencang dengan Yamaha YZR-M1 yang sudah memberinya tiga gelar juara dunia.
"Masalahnya adalah dia ingin uang banyak dan bagi Yamaha itu agak sulit!" ungkap Rossi, dilansir OtoRace.id dari Marca.com.
Namun, Valentino Rossi pun sangat menginginkan Jorge Lorenzo kembali lagi bersama Yamaha, meski di musim MotoGP 2019 tidak kompetitif dengan Honda.
"Saya ingin memiliki Lorenzo sebagai (pembalap) penguji karena dia adalah pembalap yang sangat cepat dan dapat membantu kami," ungkap Rossi.
Sebagai mantan rekan setimnya di Yamaha, Rossi tentu lebih paham kemampuan Lorenzo.
Apalagi, Lorenzo juga mampu mengembangkan M1 ketika Rossi sempat hengkang ke Ducati di musim balap 2011-2012 lalu.