Usia pensiun juga diperpanjang, menjadi 58 tahun," tambahnya.
Ari bahkan dengan tegas meminta karyawannya pulang tepat waktu agar punya lebih banyak untuk keluarga.
Menurutnya, hal itu punya korelasi pada kebahagiaan karyawan yang secara tak langsung bisa mendongkrak kinerja mereka.
"Pukul 18.00 listrik sudah mati.
Pukul 19.00 lift sudah dimatikan.
Dengan demikian, mau tidak mau karyawan berhenti kerja dan pulang ke rumah.
Dengan jam kerja yang terbatas itu, karyawan akan bekerja dengan efisien.
Tidak berlama-lama menghabiskan waktu untuk keperluan pribadi.
Kami menetapkan target-target yang harus dicapai karyawan," ungkapnya.
Selama bekerja, karyawan juga boleh menggunakan pakaian bebas.
Hanya hari Senin saja harus memakai seragam.
"Selebihnya boleh memakai baju biasa, termasuk jins.
Kami tidak mengharuskan absen dengan tanda tangan atau sidik jari, tetapi cukup dengan ponsel.
Bahkan, tahun depan, karyawan tidak perlu absen.
Yang penting produktivitas," jelas Ari.