Teror Kemunculan Ular Kobra di Berbagai Daerah Justru Menjadi Berkah Pemilik Usaha Kuliner?

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto ular kobra. Teror kemunculan mendadak ular kobra di berbagai daerah justru menjadi berkah usaha kuliner.

Ian bercerita awalnya dia sempat takut saat mencoba usaha kuliner kobra.

Akan tetapi, setelah membuka kuliner kobra selama 15 tahun lebih, bertemu dengan ular menjadi hal yang biasa bagi Ian.

Pada saat ramai pelanggan, Ian mengatakan bisa menghabiskan 20 ekor kobra lebih untuk menu santapan sate dan minuman darah kobra.

Satu paket hidangan kobra berisi darah, empedu, sumsum dan sate dibanderol dengan harga Rp 60.000. Sedangkan untuk sate saja dipatok dengan harga Rp 24.000.

Selain menyediakan menu kobra, warung tenda yang buka pukul 17.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB ini juga menyediakan menu unik lainnya.

Diantaranya sate biawak, gorengan ular sanca, kalong dan kadal.

Langkah tepat jika bertemu dengan ular kobra: STOP

Ular kobra merupakan satu dari jenis ular yang memiliki bisa mematikan.

Tak hanya kobra dewasa, kobra yang baru saja menetas telah memiliki bisa mematikan tersebut.

Untuk itu, jika kalian bertemu denga ular kobra jika memungkinkan untuk ditangkap, lakukan hal itu dengan tenang.

Kobra atau ular berbisa secara umum akan menyemburkan bisa ketika terancam.

Dikatakan oleh Ketua Taman Belajar Ular Indonesia, Erwandi Supriadi, sebaiknya pegang bagian kepala ular terlebih dahulu daripada bagian lain.

"Misal dipegang kepalanya pun nanti pasti dia akan menyemburkan bisanya. Makanya kalau nangkap kobra, usahakan kepalanya dibawahin. Tutup mulutnya pakai tangan pun masih bisa nyembur," kata Elang.

Ia menyebutkan, bagian terpenting saat bertemu ular, terutama ular berbisa adalah tetap tenang.

Selama ini, ia menamai metode yang dipakai ketika menjumpai ular dengan 'STOP (Silent, Thinking, Observation, Prepare).

1. Silent

Setakut apapun dengan ular, upayakan tetap diam dan jangan lakukan gerakan kaki sama sekali.

Diam bukan berarti tidak meminta pertolongan.

Elang menjelaskan, seseorang yang bertemu dengan ular dapat berteriak meminta bantuan.

"Diam bukan berarti kita tidak boleh teriak, teriak itu enggak apa-apa, tapi kakinya jangan gerak-gerak. Takutnya nanti diamnya kakinya gerak-gerak, kalau ada pergerakan akan menimbulkan suatu ancaman untuk ular," kata Elang.

Halaman
123


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer