Nadiem Makarim Hapuskan Ujian Nasional, Ini Kelebihan dan Kekurangan dari Penghapusan UN

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nadiem Makarim memberikan sambutannya dalam Serah Terima Jabatan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Menurut Suwarsono, program pengganti tersebut sangat baik karena dilaksanakan pada tengah jenjang sekolah.

Sehingga guru dapat melakukan evaluasi pembelajaran untuk siswa yang memiliki kekurangan sebelum lulus.

Baca: Tanggapan Mantan Mendikbud Soal Penghapusan UN, Muhadjir Nyatakan Sepakat, Anies Enggan Berkomentar

Baca: Realisasikan Program Merdeka Belajar, Nadiem Makariem Ganti dan Hapus Ujian Nasional 2021 Mendatang

"Kalau menurut saya bagus karena dilakukan di tengah-tengah proses pendidikan mereka di tiap jenjang ya. Misalnya kalau di SMA di kelas 11 ya, kalau toh ada kelemahan masih ada waktu satu tahun untuk perbaikan," ujar Suwarsono saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (11/12/2019).

Efek positif dari penghapusan sistem UN ini menurut Suwarsono adalah menurunnya tekanan kepada siswa.

Menurut Suwarsono kebijakan penghapusan UN membuat siswa tidak akan lagi merasa terbebani.

Meski begitu, Suwarsono menilai kebijakan tersebut memiliki efek negatif kepada siswa.

Dirinya menyebut penghapusan UN dapat membuat siswa tidak memiliki daya juang untuk belajar.

"Positifnya mereka tidak merasa terbebani lagi ya. Tapi kurang bagusnya mereka jadi santai. Ada UN tidak menentukan kelulusan jadi daya juangnya menjadi kurang di lapangan," kata Suwarsono.

Suwarsono menyebut penurunan daya juang siswa dapat digenjot melalui ujian per semester atau harian dan pekerjaan rumah.

Nadiem Jawab Kritikan Jusuf Kalla

Nadiem Makarim menjawab kritikan Jusuf Kalla soal penghapusan ujian nasional (UN).

Nadiem mengatakan bahwa perubahan sistem UN justru lebih membuat siwa dan sekolah tertantang.

"Enggak sama sekali (membuat siswa lembek), karena UN itu diganti assessment kompetensi di 2021. Malah lebih menchallenge sebenarnya," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019), dikutip dari Kompas.com.

Jusuf Kalla JK, tahun 2014. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Setelah sistem ujian baru ditetapkan, pihak sekolah harus mulai menerapkan pembelajaran yang sesungguhnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa UN masih relavan untuk diterapkan sebagai tolok ukur kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca: Mengenal Merdeka Belajar, Program Pembelajaran Era Nadiem Makarim yang Hapuskan Ujian Nasional

"UN masih relevan diterapkan," kata Jusuf Kalla usai menerima penganugerahan doktor honoris causa di bidang penjaminan mutu pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Kamis (5/12/2019).

Jusuf Kalla mengatakan, jika UN dihapuskan maka pendidikan Indonesia akan kembali seperti sebelum tahun 2003 saat UN belum diberlakukan.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny/Ihsanuddin)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer