Selain menjadi simpanan pimpinan maskapai berplat merah, sang perempuan simpanan ini disebut memiliki tabiat kurang baik.
Misalnya melakukan perawatan kecantikan menggunakan uang negara, hingga dicap sebagai 'pengadu'.
Berbeda dengan perempuan simpanan Ari Askhara, 4 perempuan simpanan raja ini justru berperan mengubah sejarah dunia.
Baca: Pengakuan Karyawan Pelindo III Soal Ari Askhara, Kebijakan Aneh hingga Remunerisasi Tertutup
Baca: Ari Askhara Tak Mengaku Menyelundupkan Moge di Garuda Indonesia hingga Akhirnya Terbongkar
Meskipun demikian, 4 perempuan simpanan ini juga mengalami nasib tragis.
Terlebih, resiko menjadi perempuan simpanan adalah 'tersembunyi' dan tidak dinikahi oleh sang pujaan hati.
Dikutip dari History.com, berikut kisah 4 perempuan simpanan yang bisa mengubah sejarah dunia tersebut:
1. Diane de Poitiers
Diane de Poitiers adalah seorang perempuan yang lahir dari keluarga bangsawan Prancis pada tahun 1499.
Diane de Poitiers dikenal karena memiliki paras yang cantik.
Selain itu dirinya adalah sosok cerdas yang mempelajari pendidikan humanis.
Hal tersebut membuat Diane de Poitiers cocok bersanding dan mendampingi seorang raja Renaissance.
Pada usia 15 tahun, Diane menikah dengan seorang perwira kerajaan bernama Louis de Brézé, yang memiliki jarak usia 40 tahun.
Posisi sang suami tersebut memungkinkan Diane menjadi dayang dari Ratu Claude.
Diane kemudian menjadi dayang favorit istana dan menjadi pendamping sang ratu ketika melahirkan pangeran Henri II.
Diane juga diperintahkan untuk mendidik dan mengurus pangeran yang kelak akan menggantikan tahta sang Ayah tersebut.
Pada 1531, Diane menjadi janda dan pada 1533 hubungan pernikahan Henri II dengan Catherine de 'Medici juga tak berjalan dengan baik.
Hingga pada 1538 Henri dan Diane menjalani hubungan romansa yang penuh gairah.
Setelah Henri naik tahta pada 1547, Diane kerap memberikan nasihat dan masukan kepada sang kekasih mengenai politik.
Diane bahkan menulis surat-surat kerajaan dan menandatanganinya dengan 'HenriDiane'.