“Jadi tidak hanya oknum ini,”
“Tapi dia juga mensugesti teman-temannya untuk melakukan hal yang sama,” katanya lagi.
Adapun perilaku prank ini diduga karena banyak YouTuber yang melakukan keisengan tersebut demi meningkatkan view pada kontennya.
Baca: GrabWheels
Baca: Kendarai Otopet Listrik GrabWheels, Dua Orang Tewas Tertabrak Mobil Camry di Kawasan GBK
Sehingga hal tersebut ditiru oleh masyarakat luas.
“Tujuannya memang belum diketahui seperti apa,”
“Investigasi masih terus dilakukan,” ujarnya.
Disisi lain prank terkait pemesanan palsu atau order fiktif ini menimbulkan keresahan bagi mitra ojek online.
Pasalnya, para mitra ojek online mengalami kerugian baik dari segi materi atau waktu.
Baca: Andika Babang Tamvan Ungkap Kronologi Dirinya Ditangkap Satpol PP saat Bikin Prank YouTube
Baca: Demian Kembali Lakukan Aksi Berbahaya, Netizen: Hobinya Ngeprank Malaikat Maut
“Kita rugi secara materi maupun non-material,”
“Waktu mitra terbuang-buang,”
“Terus juga mereka jadi tidak efektif bekerja,” jelas Mulawarman.
Ia menyampaikan bahwa pekerjaan sebagai mitra ojek online merupakan matapencaharian utama mereka.
Terkait adanya pemukulan tersrbut, Mulawarman mengakui bahwa itu tindakan yang salah.
Dia mengakui, mitranya itu merasa kesal begitu tahu pelaku order fiktif yang selam ini menjadi buronan bagi sejumlah mitra ojek online.
Baca: VIDEO VIRAL - Seorang Pengemudi Ojek Online Memakaikan Jaket kepada Lelaki Tanpa Busana
Baca: Dampak Pemadaman Listrik Hari Ini di Jakarta, Ojek Online Kelimpungan, Pasokan Air Terganggu
Lantas, ia melayangkan tamparan pada pemuda tersebut.
"Karena yang menemukan pelakunya adalah mitra kita sendiri,”
“Secara klimaks mungkin terbawa emosi sampai melakukan pemukulan itu," ujar Mulawarman.
"Kita sangat keras untuk melakukan main hakim sendiri,”
“karena kita tahu kalau secara hukum itu sebenarnya ada UU yang mengatur bahwa order fiktif merupakan tindakan kriminal," lanjut dia.
Sebelumnya, pihak Go-Jek telah menangkap beberapa pelaku order fiktif yang beredar di Jakarta dan Semarang.