Derbi Jawa Timur Liga 1 2019 - Laga Persebaya Vs Arema FC Tak Digelar di Surabaya, tapi Balikpapan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Derby Jawa Timur Liga 1 2019, Persebaya Vs Arema FC Tak Digelar di Surabaya, tapi Balikpapan ---- Keterangan Foto: MENANG TELAK - Tim Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC dengan bertanding di Gelora Bung Tomo GBT Surabaya, Minggu (8/12/2019). Pertandingan tanpa penonton ini Persebaya mengalahkan Bhayangkara FC dengan Skor akhir 4-0.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Derbi Jawa Timur Liga 1 2019, Persebaya Surabaya vs Arema FC akan digelar pada Kamis (12/12/2019).

Akan tetapi, laga tersebut tidak akan diadakan di Surabaya.

Persebaya selaku tuan rumah akan menjamu Singo Edan di Stadion Batakan, Balikpapan.

Pemindahan venue pertandingan tersebut berkaitan dengan insiden saat melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu.

Sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman, mengatakan pemindahan terpaksa dilakukan karena Panpel Persebaya dikejar deadline PT LIB.

Baca: Mengenal Merdeka Belajar, Program Pembelajaran Era Nadiem Makarim yang Hapuskan Ujian Nasional

Baca: Realisasikan Program Merdeka Belajar, Nadiem Makariem Ganti dan Hapus Ujian Nasional 2021 Mendatang

MENANG TELAK - Tim Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC dengan bertanding di Gelora Bung Tomo GBT Surabaya, Minggu (8/12/2019). Pertandingan tanpa penonton ini Persebaya mengalahkan Bhayangkara FC dengan Skor akhir 4-0. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)

”Setelah insiden yang terjadi saat lawan PSS Sleman lalu, kami di tiap pertandingan kandang harus memberitahukan ke LIB mengenai kepastian tempat pertandingan.

"Pasalnya, ini terkait dengan pihak-pihak lain yang terlibat di pertandingan tersebut. Baik tim tamu, hak siar TV, sponsor, dan lainnya,” terang Ram Surahman di laman resmi klub, dikutip oleh Super Skor Tribunnews.com.

Panpel Persebaya Surabaya sudah dimintai kepastian venue pertandingan kontra Arema FC, oleh PT LIB pada 6 Desember.

Dalam pertemuan itu disepakati, tidak boleh lagi ada penundaan pertandingan.

PT LIB menentukan tenggat waktu kapan satu klub harus memastikan akan menjalani partai home di mana. Setelah diputuskan, maka tidak boleh ada perubahan.

Tim tuan rumah akan dinyatakan kalah WO kalau pertandingan yang dijadwalkan gagal digelar dengan alasan apa pun. Kecuali force majeur.

Panpel Persebaya, kata Ram, sedari awal sudah mengurus segala perijin untuk bisa menggelar pertandingan di Surabaya pada 12 Desember 2019.

Proses ini sudah dilalui bersamaan dengan perijinan untuk pertandingan lawan Bhayangkara FC pada 8 Desember 2019.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Desember 1241 – Ogodei Khan Meninggal, Mengirim Balik Mongol ke Stepa Asia

Baca: Media Vietnam Sorot Momen Evan Dimas Berkursi Roda Saat Terima Medali hingga Julukan Messi Indonesia

MENANG TELAK - Tim Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC dengan bertanding di Gelora Bung Tomo GBT Surabaya, Minggu (8/12/2019). Pertandingan tanpa penonton ini Persebaya mengalahkan Bhayangkara FC dengan Skor akhir 4-0. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)

”Kami sudah urus satu paket untuk pertandingan tanggal 8 Desember lawan Bhayangkara FC dan tanggal 12 Desember lawan Arema FC, Rekom dari Dispora Surabaya untuk dua pertandingan itu juga sudah kami kantongi,” jelasnya.

Tetapi, dalam perjalanan ini, ijin kepolisian untuk pertandingan 8 Desember 2019 sempat tersendat.

Panpel Persebaya baru bisa mendapatkan kepastian pada H-1 dari kepolisian.

Padahal, di sisi lain, bersamaan dengan proses itu, venue pertandingan lawan Arema FC juga sudah harus diberikan jawaban ke LIB.

”Situasi memang serba repot. Kami tak miliki kelonggaran waktu, LIB segera minta kepastian.

"Di sisi lain, kami dihadapkan pada proses keluarnya ijin pertandingan saat lawan Bhayangkara FC yang seperti itu. Akhirnya dengan berat hati kami putuskan main di Balikpapan,” terangnya.

Ram menegaskan bahwa itu bukan berarti pihaknya menyalahkan kepolisian. Persebaya, kata Ram, sangat memahami prosedur pemberian ijin di tiap pertandingan.

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer