Dari “Pansos” hingga “Ambyar”, Inilah Bahasa Kekinian yang Masuk KBBI, Cek Artinya

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar arti ambyar dalam KBBI (kbbi.kemdikbud.go.id)

Ambyar

Kata ‘ambyar’ diartikan sebagai bercerai-berai, berpisah-pisah dan tidak terkonsentrasi lagi.

Baca: Alasan Kenapa Kita Seharusnya Pakai Istilah ‘G30S’, Bukan ‘G30S/PKI’

Baca: G30S, G30S/PKI, Gestok atau Gestapu, Mana Istilah yang Paling Tepat Penggunaannya?

‘Ambyar’ sendiri merupakan kosakata yang berasal dari Bahasa Jawa yang belakangan ini banyak digunakan digunakan dalam percakapan masyarakat sehari-hari, tidak hanya di tengah masyarakat Jawa, namun di lingkup masyarakat yang lebih luas.

Ini terjadi sejak demam penyanyi campur sari Didi Kempot kembali merebak di kalangan anak muda yang, pertengahan tahun 2019 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan keterangan Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia Ivan Lanin, penambahan kosakata baru dalam KBBI didasarkan pada kriteria tertentu. 

Salah satu kriteria tersebut adalah kekerapan penggunaan, tidak peduli apakah waktu penggunaannya sudah lama atau baru sebentar di tengah masyarat.

"Kriteria pemasukan kata baru bukan waktu, melainkan kekerapan penggunaan," kata Ivan seperti dilansir oleh Kompas.com, Senin (9/12/2019).

Pembaruan KBBI ini dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun periode, yakni pada bulan April dan Oktober.

Berdasarkan keterangan yang tertulis di laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebuah kata bisa masuk dalam KBBI jika memenuhi kaidah secara sitematis, leksikal, fonetis, pragmatis, dan penggunaan.

Secara spesifik, terdapat 5 hal yang menjadikan sebuah kata bisa masuk dalam KBBI, yaitu:

Baca: Hari Bahasa Eropa (European Day of Languages)

Baca: 7 Fakta Menarik Zozibini Tunzi yang Berhasil Bawa Gelar Miss Universe 2019: Aktivis dan Model NYFW

1. Unik

Sebuah kata yang dinilai dapat mengayakan makna dalam Bahasa Indonesia bisa menjadi poin sebuah kata untuk masuk dalam KBBI, baik itu berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing.

Terkadang ada makna yang tidak terwakili oleh diksi-diksi Bahasa Indonesia, sehingga untuk menutupi kekosongan makna rumpang leksikal (lexical gap) itu, sebuah kata baru bisa dimasukkan.

Sebagai contoh, kata ‘tinggimini’ untuk menjelaskan kebiasaan masyarakat adat di Papua memotong jari sebagai tanda duka jika ada keluarganya yang meninggal.

2. Eufonik

Eufonik berarti enak didengar.

Sebuah kata jika dilafalkan harus memiliki bunyi yang lazim dan sesuai kaidah fonologi bahasa Indonesia.

Ini dimaksudkan agar kata tersebut mudah dituturkan oleh penutur bahasa yang berasal dari berbagai latar belakang bahasa ibu yang berbeda.

Misalnya kata ‘keukeuh’ dari bahasa Sunda menjadi ‘kekeh’.

3. Seturut kaidah Bahasa Indonesia

Halaman
123


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer