Dia pun melanjutkan bahwa dirinya akan melupakan catatan golnya.
Sebab, dia akan lebih fokus untuk membantu timnas U-22 Indonesia meraih medali emas dalam ajang ini.
"Soal rekor gol tidak penting."
"Yang penting, kami menjadi juara," ucap Osvaldo menandaskan.
Lolosnya Indonesia ke final SEA Games 2019 harus dibayar mahal.
Sebab, salah satu pemain andalan Garuda Muda, Egy Maulana Vikri, mengalami cedera.
Pemain Lechia Gdansk itu harus meninggalkan lapangan pada menit ke-104.
Ia ditandu oleh sejumlah pemain dan staf karena tak bisa berjalan ke ruang ganti.
Posisinya kemudian digantikan oleh Witan Sulaeman.
Baca: Diancam Dibunuh Suporter Indonesia, Pemain Singapura yang Tendang Kaki Egy Maulana DM: Maafkan Aku
Baca: Jawab Permintaan Maaf Pemain Singapura, Egy Maulana Vikri Jadi Sorotan Media Asing
Baca: Meski Bawa Lechia Gdansk II Menang, Egy Maulana Vikri Masih Kesulitan Masuk Tim Utama
Baca: Gagal Impresif di Debut Starter Bersama Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri Apes Kena Hantaman Lawan
Namun, sampai berita ini ditulis, belum ada kabar tentang cedera yang dialami Egy Maulana Vikri.
Kondisi yang dialami oleh Egy Maulana Vikri pun disorot oleh dua Vietnam seperti 24H dan Khampha.
Dua media tersebut menuliskan bahwa kemungkinan absennya Egy di partai final akan menjadi kehilangan besar bagi skuat timnas Indonesia U-23.
Egy yang merupakan jebolan Diklat Ragunan ini memang sering menjadi pemain inti selama SEA Games 2019.
Tercatat, Egy hanya menjadi pemain cadangan ketika pasukan Garuda Muda menghadapi Vietnam.
Dari lima laga yang dijalani, Egy sudah mencetak empat gol di gelaran SEA Games 2019.
Sebelum membobol gawang Myanmar pada babak semifinal, Egy tercatat sebagai pemain pertama Indonesia yang mencetak gol di SEA Games 2019 ketika menumbangkan Thailand di laga perdana.
Baca: Sani Rizki Fauzi
Baca: Irkham Zahrul Mila
Baca: Zulfiandi
Baca: Evan Dimas
Kemudian, Egy juga mencetak dua gol ke gawang Brunei Darussalam dalam kemenangan telak skuat Garuda Muda.
Kemungkinan kehilangan Egy Maulana Vikri memang bisa dikatakan membuat lini depan Indonesia kehilangan pemain penting.