Mahasiswa angkatan 2013 ini sudah dinyatakan lulus pada 2018 lalu.
Dia juga cukup dikenal oleh kalangan mahasiswa yang masih aktif di kampus.
Namun, Universitas Pancasila belum bisa memastikan apakah Dimas terlibat langsung menyimpan 80 kilogram ganja di dalam koper yang ditaruh di ruang UKM Pancasila Red Cross (PRC).
"Ya karena dia alumni mungkin ada beberapa yang kenal.”
“Itu sebabnya, kami masih cari tahu apakah karena dia kenal,”
“sehingga bisa enak untuk titip itu (ganja dalam koper)," tutur dia.
Pihaknya mengaku kurang memantau pergerakan barang mencurigakan yang keluar dan masuk ke dalam kampus.
Maka dari itu, Putri memastikan keamanan di Universitas Pancasila akan diperketat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
"Tapi kan namanya kita saja mahasiwa aktif ada sekitar sekian ribu.”
“Ya kadang-kadang mungkin ada beberapa yang tidak bisa kami pantau,”
“Nah ini juga jadi pelajaran kami bahwa ternyata yang kecil kecil ini memang harus lebih diperhatikan lagi," ucap dia.
Walaupun kecolongan, pihaknya tetap berupaya mencari tahu asal-muasal barang haram tersebut hingga bisa berada di lingkungan kampus.
Dia mengaku sudah memeriksa beberapa mahasiswa.
Namun mereka beralasan tidak tahu perihal keberadaan barang tersebut.
"Kami baru bisa mengumpulkan 10 sampai 15 orang ya,”
“Kita tanyakan dan sampai saat ini mereka belum tahu," tutup dia.