Mendagri Tito Karnavian Sebut Jakarta Kayak Kampung Dibanding Shanghai, Anies: Itu Clickbait

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mendagri, Tito Karnavian dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sistem yang dibangun di Surabaya, kata Tito, sangat bagus untuk juga bisa diterapkan di daerah lain.

Selain memberikan rasa aman kepada masyarakat, sistem CCTV yang baik bisa mengantisipasi maraknya tindak kejahatan.

"Memberikan kenyamanan kepada masyarakat karena dengan CCTV yang ada, masyarakat aman dan pelaku (kejahatan) akab berpikir ulang saat akan melaksanakan kejahatan, " kata Tito.

Dia menambahkan, akan lebih baik jika nantinya sistem CCTV dikoneksikan juga dengan sistem data kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

"Datanya kita koneksikan, lalu ada sidik jadi."

"Akan ada banyak manfaat bermacam-macam."

"Baik nanti untuk lalu lintas, kebakaran, keributan bisa dilihat dengan cepat lewat CCTV, " pungkas Tito.

Anies tanggapi sindiran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan sindiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai DKI Jakarta lebih kampung dari Shanghai adalah masalah transformasi.

Meski demikian, penggunaan kata kampung lebih menarik dan memancing klik atau clickbait.

"Jadi menurut saya justru pelajaran penting yang kita ambil dari pesan yang disampaikan Pak Mendagri tadi adalah pesan tentang transformasi sebuah negara."

"Lebih dari soal kata kampung, jadi kan itu memang clickbait, menarik, tweetable begitu," ucap Anies di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Baca: Kongres NasDem: Surya Paloh Sindir Balik Jokowi hingga Pujian Anies Baswedan

Baca: Bahas Beda Gaya Anies dan Ahok saat Susun Anggaran, Najwa Shihab Skakmat dengan Pertanyaan Ini

Baca: Kontroversi Anggaran DKI Jakarta, William Aditya Tak Segan Sebut Anies Baswedan Gubernur Amatiran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019). (Kompas.com)

Menurut dia, transformasi yang dilakukan Shanghai sudah bertahun-tahun bahkan dekade sehingga saat ini mereka memetik buahnya dan lebih maju dari kota-kota lainnya.

Pesan pentingnya, lanjut dia, masalah transformasi tidak berlangsung hanya dalam satu atau dua hari melainkan memakan waktu yang panjang.

Salah satunya adalah mengenai pembangunan infrastruktur seperti jalan dan telekomunikasi.

Baca: Rebut Kursi dari PKS, Ahmad Dhani Disebut Dipilih Gerindra jadi Wagub Jakarta Dampingi Anies

Baca: Prabowo-Puan Diduga Akan Maju Pilpres 2024, Nama Mahfud MD dan Anies Juga Disebut-sebut, Benarkah?

Baca: Fotonya Jadi Meme Joker, Anies Baswedan : Bukan Urusan Saya, Kedengkian Nggak Ada Obatnya

"Yang nanti ketika kita melihat misalnya satu hingga dua dekade ke depan, kita akan menyaksikan betapa dampaknya besar keputusan-keputusan pembangunan yang transformatif seperti ini," tuturnya.

"Jadi menangkap pesan dari pak Tito itu tadi tentang bagaimana transformasi sebuah negara.

"Nah, ini yang nanti harapannya juga kita lakukan."

"Misalnya contoh di Jakarta, kita melakukan transformasi transportasi," tambah Anies. 

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Dian Erika)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer