"Saat kami tidak berada di panggung, kami akan berjalan di sekeliling lantai, bicara pada para pengunjung dan mencoba mengajak mereka untuk pergi ke lantai dansa, di mana kami akan telanjang penuh di sana", ujarnya.
"Dan itulah cara kami mencari uang. Seringnya, aku bisa dapatkan 400 Pounsterling, harga 500 poundsterling hanya untuk duduk dengan seseorang dan berbincang dengannya."
"Kami seperti penasihat mahal mereka, sungguh hebat." ujarnya
Ellen yang mengaku sering tidur dengan banyak lelaki ini menambahkan "Orang-orang pikir kami ini sampah, kami pernah dapat STI (Sexually transmitted infections) / sejenis penyakit seksual menular), pernah tidur dengan suami orang, serta sering dijadikan tujuan bagi para lelaki"
"Tapi hal tersebut bukanlah inti permasalahan kami" ungkapnya.
"Kami melakukan seperti ini karena kami ingin punya uang, sama halnya dengan pekerjaan lain" imbuh Ellen.
Ellen juga tidak memperdulikan tubuhnya ia pajang kepada orang-orang asing pada malam hari kendati pada akhirnya ia pulang ke suaminya.
"...di akhir malam setelah semua selesai, aku pulang ke suamiku", katanya.
Ia melanjutkan; "Orang-orang mungkin tidak melihatku sebagai seorang feminis lantaran pekerjaanku sebagai striper".
Tapi hal ini kami lakukan hanya untuk membuat hidup kami menjadi lebih baik. Kami bukan orang yang kotor, kami bukan sampah, dan kami tidak melakukan sesuatu yang salah.
Akan Berhenti
Ellen mengaku akan berhenti menjadi penari striptis apabila dirinya sudah siap.
Ia juga mengaku akan berhenti sendiri dan tidak ada satu orang pun yang dapat mempengaruhi keputusannya, termasuk suaminya, Si.
Unutk sekarang, Ellen "begitu mencintai pekerjaannya" dan begitu percaya diri.
"Dan aku akan aman, dimanapun apabila aku hanya sebagai perawat, aku mungkin tidak dapat melakukannya", tambah dia.
--