Saat bertemu di hotel, pelaku bersama dua temannya.
"Kami sudah melakukan olah TKP dan melihat hasil rekaman CCTV di hotel. Mereka komplotan, pelaku tidak sendiri, ada dua orang lain di lokasi, selain korban dan pelaku," kata Heri.
Dalam rekaman CCTV itu terlihat awalnya korban dengan pelaku masuk ke salah satu kamar hotel.
Korban sudah membawa uangnya ke kamar hotel.
Korban dan pelaku beberapa saat berada di dalam kamar hotel untuk ritual.
Setelah itu, korban dan pelaku terlihat keluar dari kamar hotel dan pindah ke kamar lainnya yang letaknya bersebelahan.
Saat korban dan pelaku berada di kamar satunya, ada dua orang yang masuk ke kamar pertama.
Salah satu dari dua orang itu membawa keluar bungkusan yang diduga berisi uang korban.
Pelaku dan korban melakukan ritual lagi di kamar kedua.
Setelah melakukan ritual, pelaku meminta korban untuk mengecek uangnya di kamar pertama.
Korban disuruh mengecek sendiri, pelaku menunggu di kamar kedua.
Korban mendapati bungkusan kain di kamar pertama.
Saat dibuka, bungkusan kain itu berisi potongan kertas berwarna putih polos bukan uang, sedangkan uang korban sudah raib.
Lalu korban kembali ke kamar kedua untuk menemui pelaku, tetapi, pelaku sudah kabur.
Merasa ditipu, korban segera melapor ke polisi.
"Kami belum tahu latar belakang korban. Korban mengaku itu uangnya sendiri," katanya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan korban merupakan seorang pengusaha.
Korban menjalankan usaha di Jakarta, tetapi, korban asli dari Kota Blitar. (Alif Nur Fitri Pratiwi)