Pria Ini Tak Percaya Bisa Hamil, Setelah USG Ternyata Ada Bayi Lelaki di Perutnya, Kini Sudah Lahir

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pria Ini Tak Percaya Bisa Hamil, Setelah USG Ternyata Ada Bayi Lelaki di Perutnya, Kini Sudah Lahir

Namun faktanya bahwa Wyley tidak menstruasi selama beberapa tahun ketika ia bertemu dengan Stephan.

Setelah hamil selama sembilan bulan, akhirnya Wyley pun melahirkan anak laki-lakinya.

Dari foto-foto yang beredar, bayi tersebut kini diasuh oleh Wyley dan Stephan.

Terlihat bayi tersebut memiliki dua orang tua yang semuanya adalah pria.

Setelah hamil selama sembilan bulan, akhirnya Wyley pun melahirkan anak laki-lakinya. Kedua orang tuanya adalah pria. (detaykibris)

Lalu, bagaimana pandangan medis tentang hal ini?

Ya, sangat mungkin bagi pria untuk hamil dan melahirkan anak mereka sendiri.

Bahkan, itu mungkin jauh lebih umum daripada yang kita kira.

Melansir Healthline, sebenarnya tidak semua orang yang dilahirkan sebagai seorang perempuan (Assigned Female At Brith) nantinya akan mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang perempuan.

Begitupun dengan sebaliknya.

Wanita yang seperti ini kemungkinan menggambarkan diri mereka sendiri sebagai transgender atau transmaskulin.

Walaupun mereka transgender, tetap saja mereka masih memiliki organ reproduksi perempuan, termasuk rahim dan ovarium.

Bagi mereka yang memilih untuk suntik testosteron seperti Wyley, menstruasi biasanya berhenti dalam waktu 6 bulan setelah memulai terapi penggantian hormon (HRT).

Dari foto-foto yang beredar, bayi tersebut kini diasuh oleh Wyley dan Stephan. Terlihat bayi tersebut memiliki dua orang tua yang semuanya adalah pria. (turktime.com)

Agar bisa hamil, mereka harus menghentikan penggunaan ini.

Namun, tetap saja masih ada kemungkinan lelaki transgender yang suntik hormon testosteron untuk hamil, terlebih ketika mereka melakukan hubungan intim tanpa pengaman.

Karena kurangnya penelitian dan variasi dalam fisiologi individu, masih belum sepenuhnya jelas seberapa efektif penggunaan testosteron sebagai metode pencegahan kehamilan.

Bagaimana dengan persalinan mereka?

Menurut sebuah hasil survei, orang-orang transgender lebih memilih melahirkan dengan cara operasi sesar.

Sebanyak 25% orang yang melakukan sesar ada kemungkinan merasa kurang nyaman dengan persalinan pervaginam atau persalinan normal.

Baca: Pergoki 2 Maling Masuk Rumahnya, Ibu Hamil Ini Tembaki dengan Senapan AR-15: Satu Orang Tewas

Walaupun merasa senang atas kabar kehamilan ini, Wyley mengaku dirinya masih merasa ketakutan dengan proses persalinannya.

"Aku takut sakit. Aku tidak akan berbohong tentang itu," sambungnya.

Sedangkan sang kekasih, Stephan, masih merasa belum siap dengan kehamilan ini.

"Agak menegangkan. Ini membuat semuanya terasa seperti akan terjadi. Aku seperti, 'di mana tas persalinannya?' Kami belum siap," tutur Stephan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/Grid.id/Rosiana)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer