Dengan bantuan jaksa penuntut Maria Lauara Alvarez.
Menurut media setempat, korban sebenarnya tidak benar-benar paham apa yang terjadi padanya.
Tetapi, ia mengatakan bahwa dirinya pernah diserang secara seksual oleh kakak laki-lakinya yang masih berusia 15 tahun.
Departemen Pembangunan Sosial melaporkan anak laki-laki itu kini telah dikeluarkan dari KK.
Baca: Wanita Hidup Seatap dengan 3 Suami, ketika Hamil 6 Bulan, Para Suami Berebut akan Bertanggung Jawab
Baca: FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil
Kepala Departemen Anak Ana Maria Pereria mengungkapkan bahwa kehamilan yang dialami gadis itu berisiko tinggi.
Baik bagi dirinya maupun bagi bayi yang dikandungnya.
Berdasarkan keterangannya, nenek dari bayi tersebut lah yang akan diberi hak asuh atas anak itu.
Sebab, pihak berwenang di negara tersebut menginginkan gadis itu untuk melanjutkan sekolahnya setelah melahirkan bayinya nanti.
Media setempat melaporkan bahwa ibu dari gadis itu tak mengetahui apa pun tentang pelecehan seksual yang terjadi dalam keluarganya.
Oleh karena itu lah ia merasa sangat terkejut ketika dokter menyatakan bahwa putrinya tengah hamil.
Ia juga semakin syok ketika mengetahui bahwa usia kandungan putrinya sudah menginjak bulan ke 8.
Artinya, gadis malang itu akan melahirkan sebulan lagi.
Sementara itu, kakak laki-laki korban, yang berasal dari pinggiran kota Santa Rita, tidak dapat dituntut.
Walaupun ia dicurigai telah melakukan pelecehan seksual terhadap adik perempuannya hingga hamil.
Hal tersebut karena tidak ada bukti apapun bahwa sang kakak telah memperkosa adiknya.
Kini ia sedang berada di bawah pengawasan bibinya.
Setelah sebelumnya ia diputuskan untuk dikirim ke pusat anak-anak yang terlibat dalam konflik hukum.