Ia harus mengurus adik-adiknya seperti memberi makan, memandikan hingga mengurus keperluan lainnya.
Mereka hanya bisa mengandalkan gaji sang kakak tertua yang bekerja di sebuah show room motor.
Ia harus mencukupi kebutuhan hidup dirinya beserta ketiga adiknya dengan penghasilan sebesar Rp 900 ribu per bulan.
Kondisi mereka kian miris lantaran dua anak bontot, Refi Irawan dan Muhammad Septian diketahui mengalami gizi buruk.
Tak hanya itu, Refi dan Septian juga diketahui mengidap gangguan psikologis.
Dua adik Nur Wenda tersebut tidak tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya.
Refi bahkan diketahui lumpuh sejak lahir hingga membuatnya nyaris tak bisa kemana-mana.
Tidak hanya itu, diusianya yang meninjak 14 tahun, Refi diketahui belum bisa berbicara.
Mirisnya lagi, kondisi ini diperparah dengan keadaan mereka yang sering menahan lapar lantaran tak punya uang untuk beli makanan.
Terkait kondisi keempat bersaudara yang memprihatinkan ini, Kasun Blok Cilek Desa Karanganyar, Carmin mengatakan pihaknya telah memberiga beragam bantuan.
Bantuan tersebut diberikan melalui program-program pemerintah.
Bahkan rencananya, pihak desa bakal bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu untuk merawat dan menitipkan mereka di panti asuhan melalui program Dinas Provinsi Jawa Barat.
Melalui program tersebut, baik pendidikan maupun kesehatan Refi dan Pian akan dijamin negara.
Tak hanya itu, warga desa bekerja sama dengan Koramil Kandahaur dan pihak kecamatan juga saling bergotong royong mengumpulkan dana donasi untuk merenovasi gubuk reyot yang ditinggali 4 bersaudara tersebut.
Uang donasi yang terkumpul juga akan digunakan untuk membiayai hidup mereka mulai dari sandang, pangan, dan pendidikan.