"Jadi publik itu dibawa semacam dibawa ke imajinasi yang semakin lama semakin liar," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rocky memberikan imbauannya pada Jokowi.
"Padahal programnya satu adalah indeks demokrasi turun karena Jokowi tidak mengerti bahwa demokrasi tidak memerlukan persatuan, demokrasi memerlukan kemampuan mengelola perbedaan," ujar Rocky.
Dalam kata penutupnya Rocky Gerung mengungkap bahwa Kabinet ini nantinya akan ada kekacauan.
Kekacauan tersebut akan berlanjut hingga hancur berantakan.
Rocky menjelaskan kabinet Jokowi ini seperti menara babel yang hancur.
"Menara Babel itu dulu direncanakan untuk dibangun 100 hari nyampe ke langit, lalu Tuhan yang maha Kuasa melihat ini pembangungan karena ambisi gitu, lalu dikacaukan lah bahasanya, berantakan menara itu.
Nah sekarang, belum 100 hari baru dua minggu itu udah terjadi kekacauan bahasa di Istana, di Kabinet.
Jadi saya memprediksi bahwa kekacauan itu akan berlanjut, dan nasibnya seperti menara Babel, hancur berantakan," tutup Rocky Gerung.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/TRIBUNWOW/ Jayanti Tri Utami)