Sandiaga Uno Beri Respons Soal Prabowo dan Nadiem Jadi Menteri Jokowi: Kami akan Beri Kritikan

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sandiaga Uno akan berikan kritikan membangun pada Prabowo Subianto jika perlu saat jadi menteri.

“Yang tadi saya sampaikan bahwa teknologi berubah secara cepat, dunia berubah secara cepat. Oleh karena itu, kita mecermati bahwa perubahan ini juga perlu diikuti derap langkah di sektor kesehatan, sektor pendidikan, sektor bisnis dan lain sebagainya,” kata Sandi.

Baca: Prabowo Calon Kuat Menteri di Kabinet Jokowi, Sandiaga Uno dan Fadli Zon Justru Menolak

Bukan hanya memberikan respon positif, Sandi juga tidak akan ragu memberikan masukan dan kritik pada kebijakan kabinet dan pemerintahan.

Kritikan akan dilayangkan Sandi jika ada kebijakan atau tak melaksanakan tugas dengan maksimal.

“Menteri-menteri tentunya punya mandat yang sudah disampaikan, kita beri kesempatan kerja dan tentunya nanti pada saat yang tepat secara periodik kita akan memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif,” lanjut Sandi.

Meski demikian, Sandiaga mengatakan, para menteri dan anggota kabinet kerja perlu diberikan waktu untuk bekerja.

Ia pun tak ingin terburu-buru memberikan kritik.

“Saya akan sampaikan apa adanya, karena saya di luar pemerintahan. Kalau kita melihat kebijakan yang baik, harus kita dorong. Tapi kalau kebijakan yang salah, jangan khawatir kita akan bermusuhan, tapi justru kita berikan kritikan yang bersahabat,” kata Sandiaga.

Sandiaga Uno (instagram.com/sandiuno)

Sandiaga mengatakan, tantangan Indonesia ke depan adalah keluar dari penghasilan kelas menengah pada 2045.

Pada tahun itu, atau setelah Indonesia berusia satu abad, Jokowi menargetkan Indonesa menjadi negara maju dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai 7 trilliun dollar AS.

Dengan angka itu, Indonesia akan masuk dalam lima besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Namun, menurut Sandi, untuk mencapai keinginan itu, Indonesia harus mampu mencapai petumbuhan ekonomi sebesar 7 hingga 8 persen per tahun.

“Berarti kita harus tumbuh di antara 7 sampai 8 persen. Nah kita tidak akan bisa mampu untuk bertumbuh tanpa adanya dorongan dari generasi muda yang siap terjun menjadi wirausaha-wirausaha yang mendorong terciptanya lapangan kerja yang baru. Ini yang menjadi PR kita,” kata Sandiaga.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/TRIBUNBALI/KOMPAS.COM)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer