Jusuf Kalla Butuh 3 Hari untuk Tulis Surat buat Mufidah JK: Orang Bugis Itu Tak Bisa Romantis

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jusuf Kalla membacakan surat untuk istrinya Mufidah Jusuf Kalla pada Peringatan 50 Tahun pernikahan mereka, tahun 2017. Jusuf Kalla JK Butuh 3 Hari untuk Tulis Surat buat Mufidah JK: Orang Bugis Itu Tak Bisa Romantis.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Satu hari lagi, tepatnya MInggu 20 Oktober 2019, M Jusuf Kalla (77), mengakhiri jabatan sebagai Wakil Presiden RI.

Jabatannya dilanjutkan Wapres Ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin (76 tahun), mulai 21 Oktober 2019, esok.

JK adalah wakil presiden di dua periode presiden berbeda.

Ini Langka dan belum pernah dalam sejarah 78 tahun pemerintahan presidensil.

JK adalah pejabat wapres ke-10 dan ke-12 dari 13 wapres sejak Indonesia merdeka 1945.  

Tak ada yang menyangsikan jasa dan abdinya untuk bangsa dan negeri ini.

Menjadi juru damai konflik horizontal di Poso, Ambon, Aceh, dan banyak konflik lain, diakuinya paling berat.

Baginya, pemerintahan baik, penegakan hukum untuk rakyat makmur lan sentosa, tak bisa tercapai tanpa perdamaian.

Berlatar aktivis dan saudagar, JK adalah sosok gigih, simpel, sederhana, dan “humoris,” begitu kesan Jokowi, Presiden Indonesia.

JK sendiri mengakui dirinya seperti lelaki Bugis kebanyakan.

Baca: Perpisahan dengan Jusuf Kalla, Jokowi Berterima Kasih, Jusuf Kalla Minta Maaf

Baca: Senjata Pamungkas Jusuf Kalla Berhasil Pangkas Biaya Asian Games dari Rp 8 Triliun Jadi Rp 5 Triliun

Jusuf Kalla (JK) dan Mufidah Jusuf Kalla saat merayakan 50 tahun pernikahan mereka. Saat itu, Jusuf Kalla membacakan surat kepada istrinya Mufidah Jusuf Kalla yang ditulisnya selama 3 hari. (TRIBUN-TIMUR.COM/THAMZIL THAHIR)

Bukan penyair seperti Armin Pane atau penyiar Najwa Shihab yang pandai memadumadankan kata demi susunan kalimat indah.

"Orang bugis tak fasih berkata kata indah. Kecintaannya ditunjukkan dari perilaku, bahasa tubuh, dan senyumnya. Untuk romantic pun aku tak pandai ucapkan dengan kata-kata. Karena itu aku minta maaf kepadamu, karena selama 50 tahun aku tak pernah memberi bunga sambil mengucapkan i love you”.

Demikian JK membacakan bagian akhir puisi 3 halamannya, di peringatan HUT Emas (50 tahun) Pernikahan dengan Mufidah Jusuf di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/8/2017) malam.

Ternyata, JK memang tak pandai merangkai kata Indah.

Tulisan tangan yang dia sebut puisi justru tak ubahnya cerita superrealis.

Cerita laiknya berita jurnalis yang dikemas dalam bahas ringan, lugas, dan khas JK, enak, humoris.

Memang tak ada bakat dan darah seni yang mengalir di darahnya.

JK sejati adalah aktivis, saudagar, pelobi, dengan gelar doktorandus, yang pernah jadi dosen ekonomi sebagai “alasan” untuk melihat “pacarnya”, Ida.

Dan, puisi yang dia beri judul, “Setengah Abad yang Indah” itu ternyata dibuat selama 3 hari.

“Dulu Pak JK sempat berdiam 3 hari di kantor. Tak terima tamu dan tak mau diganggu. Eh, Ternyata Bapak mempersiapkan pidato perkawinan emasnya. Dan dalam pidatonya, Pak JK justru berkata ‘maafkan saya tidak pernah mengucapkan i love you padamu’, untuk istrinya”, ujar Husain Abdullah, Juru Bicara Istana Wakil Presiden, Rabu (16/10/2019).

Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla, tahun 2015. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
1234


Editor: haerahr

Berita Populer