Peluang Gibran untuk maju menjadi calon wali kota adalah melalui jalur independen.
Sebagai konsekuensinya Gibran dicoret dari keanggotaan PDIP Kota Surakarta.
"Mas Gibran sudah menyatakan masuk menjadi keluarga besar PDIP. Dan, akan taat dan patuh kepada keputusan partai, kalau mau maju independen berarti tidak menghargai statement-nya diri sendiri," ungkap Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.
Namun ternyata PDI-P sudah tidak akan memajukan nama Gibran Rakabuming untuk Pilkada Solo mewakili partai.
Bahkan disebut juga nama Gibran telah dicoret dari partai tersebut lantaran tak mengakui PDI-P sebagai partainya.
"Kalau mau lewat independen boleh-boleh saja. Itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi. Kalau sudah di luar PDIP kan tidak mengakui dirinya sebagai anggota partai. Tidak usah dicabut, langsung dicoret," tegas Rudy.
Sebelumnya Gibran Rakabuming Raka menceritakan keinginannya untuk mengikuti jejak ayahnya dalam dunia perpolitikan.
Gibran mengaku, suatu hari nanti dirinya mungkin akan terjun di dunia politik.
Namun demikian, dirinya enggan untuk mengungkap kapan waktunya siap menjadi seorang politisi.
Sebagaimana diketahui, Gibran yang merupakan seorang pengusaha sempat dikabarkan masuk dalam bursa calon Wali Kota Solo.
Nama Gibran disebut-sebut masuk setelah adanya survei bursa calon Wali Kota Solo yang diadakan oleh Universitas Slamet Riyadi (Unisri) beberapa waktu lalu.
"Ya suatu hari nanti mungkin," ujar Gibran.
Dalam survei bursa calon Wali Kota Solo dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) itu, nama Gibran menempati posisi kedua dari sejumlah tokoh yang ada.
Menanggapi hal itu, Gibran meminta dikabari jika nanti pendaftaran calon Wali Kota Solo sudah dibuka.
"Kalau pembukaannya, pendaftarannya sudah dibuka ya teman-teman ngabarin saya," ujar Gibran.
Gibran mengaku senang dan berterima kasih atas penilaian positif yang diberikan oleh masyarakat Solo dalam survei itu.
"Yang jelas saya sangat mengapresiasi, berterima kasih kepada warga Solo atas penilaiannya yang positif untuk saya," kata Gibran.