Tak Hanya Typhoon Hagibis, Jepang juga Diguncang Gempa 5,7 SR serta Bencana Banjir dan Longsor

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kerusakan yang disebabkan oleh Typhoon Hagibis terlihat di Ichihara, Prefektur Chiba, pada 12 Oktober 2019. (Mainichi / Koichiro Tezuka)

Sebanyak 432 ribu orang telah disarankan untuk mengungsi di bangsal Edogawa Tokyo karena takut adanya banjir besar.

Baca: Topan Hagibis akan Hantam Jepang dengan Kecepatan 216 Km per Jam, 600 Ribu Orang Dievakuasi

Gelombang tinggi menghantam bebatuan di sepanjang pantai di Kushimoto, Prefektur Wakayama, pada 12 Oktober 2019, saat Topan Hagibis mendekat. (Mainichi / Kenji Ikai)

Di Kota Kawasaki, lebih dari 900 ribu orang telah didesak untuk mengungsi, menurut NHK.

Ratusan penerbangan dibatalkan untuk mengantisipasi Typhoon Hagibis, termasuk semua penerbangan domestik dan internasional All Nippon Airways dari bandara di daerah Tokyo pada Sabtu (11/10/2019).

Japan Railways menghentikan layanan di wilayah Tokyo pada Sabtu (11/10/2019), serta layanan kereta peluru antara Tokyo dan Osaka.

Adanya Typhoon Hagibis juga membuat penyelenggara Piala Dunia Rugby untuk pertama kalinya membatalkan dua pertandingan di Jepang.

Tempat-tempat wisata di Tokyo, termasuk taman hiburan Disneyland dan DisneySea serta Kebun Binatang Ueno juga tutup pada Sabtu (11/10/2019).

Orang-orang membentuk antrean panjang untuk membeli kebutuhan di supermarket dalam persiapan untuk Typhoon Hagibis yang kuat yang akan datang, di Kanagawa, Yokohama, selatan Tokyo, pada 11 Oktober 2019. Tabung gas untuk kompor masak portabel dan air minum terjual habis setelah waktu buka . (Mainichi / Hiroshi Maruyama) (Mainichi / Hiroshi Maruyama)

Begitu pula ratusan supermarket dan department store di kota dan prefektur terdekat.

Di Prefektur Chiba, suatu daerah yang masih dalam pemulihan dari Topan Faxai pada bulan September, puluhan orang mulai masuk ke sekolah-sekolah yang telah direnovasi dan pusat-pusat evakuasi lainnya.

Faxai menghancurkan hampir 200 rumah dan menyebabkan sekitar 900 ribu orang hidup tanpa listrik.

Minggu ini, Jeff Masters ahli meteorologi majalah Scientific American, memperingatkan bahwa serangan langsung di Teluk Tokyo bisa menjadi bencana besar.

Tahun lalu, typhoon Jebi, topan terburuk dalam 25 tahun, menewaskan 11 orang, melukai ratusan lainnya dengan kerugian diperkirakan mencapai $ 12,6 miliar atau setara Rp 178,1 triliun.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Fathul Amanah

Berita Populer