@hendrikrod_: “Apa sekarang dia masih hidup?"
@ardhy.ramadhan.50: “Mau hits sampe segitunya*emotikon*"
@nadiafaradillas: “Ususnya langsung bersih bebas noda*emotikon*"
Untuk diketahui, detergen kita butuhkan, tapi kita harus tahu jika detergen bisa merugikan kesehatan.
Jangankan di makan dan masuk ke dalam tubuh, detergen yang kita gunakan untuk mencuci baju, sekalipun tidak kita konsumsi dan masuk tubuh, tetap berbahaya.
Salah satu bahan kimia paling berbahaya yang ditemukan dalam deterjen cucian adalah 1,4-Dioxane.
Melansir cleancult.com, zat kimia ini ditemukan dalam cat dan pernis, dan ditemukan di merek deterjen terkemuka seperti Tide.
EPA menganggap pelarut ini sebagai karsinogen manusia.
1,4-Dioxane bisa menyebabkan vertigo, kantuk, sakit kepala, anoreksia dan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru pada manusia. Bisa juga mengiritasi kulit.
Kerusakan pada hati dan ginjal telah diamati pada tikus kronis (jangka panjang) yang terpapar zat ini dalam air minum mereka.
Baca: VIRAL Momen Haru Ratu Kecantikan & Anggota TNI Cium Kaki Ibu sebagai Bentuk Penghormatan
Baca: Jangan Pernah Cuci Sumpit Menggunakan Air dan Detergen, Ini Alasannya
Dalam tiga studi epidemiologi pada pekerja yang terpajan 1,4-dioxane, jumlah kasus kanker yang diamati tidak berbeda dari kematian akibat kanker yang diperkirakan.
Tumor telah diamati pada hewan yang terpajan secara oral. EPA telah mengklasifikasikan 1,4-dioxane sebagai Grup B2, kemungkinan karsinogen manusia.
Selain itu, zat kimia lainnya yang ada dalam detergen adalah; Nonylphenol ethoxylate (NPE) telah ditemukan untuk meniru estrogen dan mengganggu fungsi endokrin.
Artinya, ketika terpapar, sistem tubuh kita mungkin tidak dapat mengetahui perbedaan antara nonylphenol ethoxylate dan estrogen, mengutip charliesoap.com,
Selain itu dalam detergen pun ditemukan sodium lauryl sulfate.
Efeknya dikaitkan dengan kanker, neurotoksisitas, toksisitas organ, iritasi kulit dan gangguan endokrin.