Beberapa bulan setelah peristiwa tersebut, pada tanggal 4 Juni 1962, Kartosoewirjo berhasil ditangkap.
Selanjutnya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi di salah satu pulau di Kepulauan Seribu pada tanggaal 5 September 1962.
Peristiwa berdarah di Hari Raya Idul Adha tahun 1962 ini memakan tiga korban.
Korban sejatinya bukan target dari si pelaku karena yang dituju justru Presiden Soekarno.
Ketiga orang yang menjadi korban penembakan saat salat Idul Adha tahun 1962 adalah:
- Soedarjat, anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden Soekarno.
- Soesilo, anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden Soekarno.
- Zaenul Arifin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat - Gotong Royong (DPR-GR).
Setelah penembakan berlangsung dan pelaku berhasil diringkus, ketiga korban ini kemudian dibawa ke rumah sakit.
Nyawa ketiga korban ini terselematkan, namun muncul efek kesehatan pasca kejadian.
Seperti yang dialami Zaenul Arifin yang kerap keluar masuk rumah sakit pasca kejadian.
Presiden Soekarno kemudian memberi penghargaan pada ketiga tokoh ini karena peristiwa ini.
--