“Nggak, itu hanya sebagian.
Loh gini lah, dengan segala horman saya dengan Profesor, Profesor bacalah tugas fungsi kewenangan KPK.
Tidak hanya melakukan penindakan, tapi pencegahannya,” kata Arteria Dahlan.
Seolah ingin menegaskan keberhasilan KPK, Emil Salim kembali memotong pembicaraan Arteria Dahlan yang keluar dari substansi.
“Hukum telah dijatuhkan,” kata Emil Salim, merujuk pada ketua partai yang ditangkap.
Baca: Arteria Dahlan vs Emil Salim di Mata Najwa, Emil: Banyak Ketua Partai Ditahan, Apa Itu Bukan Bukti
Kemudian Arteria Dahlan pun melanjutkan alasannya kenapa DPR RI ingin membuat Dewan Pengawas KPK.
“Nih ya Prof, biar Prof jelas, bicara hukum sama ahli hukum, bicara hukum pidana korupsi sama ahli pidana korupsi, bukan saya mendiskreditkan Prof,” katanya sambil menunjukkan tumpukkan kertas yang dibawanya.
Ia pun membeberkan beberapa bukti yang ia bawa, bahkan hendak menghadirkan seseorang ke atas panggung.
“Ini dia buktinya, ayo berdiri! Sini!,” katanya menunjuk ke arah penonton.
Hal itu kemudian dihentikan Najwa Shihab, sebagai tuan rumah Mata Najwa.
“Anda menunjuk siapa? Penonton saya?,” tanya Najwa Shihab.
“Sini sini, kalau nggak berdiri,” kata Arteria Dahlan sambil terus menunjuk ke arah penonton.
“Sebentar, saya yang berhak memanggil orang untuk naik ke panggung saya.
Tunggu dulu di situ Bapak, saya akan cek dulu Anda siapa,” kata Najwa Shihab.
Lalu Arteria Dahlan pun melanjutkan penjelasannya dengan nada tinggi dan semangat berapi-api.
Ia bahkan mulai menunjuk Emil Salim saat memperlihatkan bukti di Sumatera Barat.
Kemudian Emil Salim mencoba menjelaskan soal laporan yang disampaikan oleh KPK.
“Begini Bung, di dalam aturan undang-undang KPK, ada kewajiban menyampaikan laporan,” kata Emil Salim.
Namun belum selesai bicara, Arteria Dahlan langsung memotongnya dengan nada yang tinggi bahkan sampai bangkit dari kursinya.
“Nggak pernah dikerjakan Prof! Prof tahu nggak!,” ujarnya.