Aksi Sadis Pria di Gresik, Bacok Istri dan Tewaskan Menantu, Diduga Kehabisan Obat Gangguan Jiwa

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Mayat

Astuti sangat sedih lantaran tak menyangka sahabatntya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

"Malam sebelum kejadian, Erna bilang ke saya. Bapak sepertinya kumat, keluar masuk rumah. Mungkin obatnya habis. Besok mau saya rujuk," kata Astuti merirukan menirukan ucapan korban, Senin (7/10/2019) dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id.

Asturi yang ditemui di Balai Desa Madumulyorejo itu hanya menatap meja di balai desa dengan tatapan kosong.

Dia tak menyangka, ternyata itu adalah curhatan terakhir Erna.

Astuti langsung menghentikan aktivitasnya melipat taplak meja.

Dia memberi tahu kenangan terakhir bersama korban saat gerak jalan menggunakan pakaian berwarna oranye.

"Ternyata itu yang terakhir kalinya," ujarnya.

Saat kejadian, Astuti langsung bergegas menuju kediaman korban dari Puskesmas Mentaras.

Dia melihat korban mengalami luka robek sepanjang 15 sentimeter di leher dan dilarikan ke Puskesmas Mentaras.

Menurutnya, korban Erna merupakan wanita tangguh.

Astusi mengatakan, korban meninggalkan seorang anak laki-laki yang belum genap berusia dua tahun.

Anak laki-lakinya itu menderita sakit di tenggorokan dan korban juga sedang mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kartu itu rencananya digunakan untuk mengobati putra semata wayangnya tetapi belum jadi.

Akibat luka bacok oleh mertuanya sendiri yang mengidap gangguan jiwa, Erna meregang nyawa dalam perjalanan menuju Puskesmas Mentaras.

"Sekarang sudah dibawa pulang ke Ngawi, korban asli Ngawi," tutupnya.

Korban Sedang Ganti Baju

Suwoto menggegerkan warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun usai menyabetkan sabit ke leher menantunya hingga tewas.

Tidak hanya itu, pria berusia 56 tahun ini juga membacok istrinya sendiri di rumahnya, Desa Madumulyorejo, RT 05/RW 02, Kecamatan Dukun, Minggu (6/10/2019).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pukul 12.30 wib.

Saat itu Suwoto terbangun dari tempat tidurnya.

Halaman
1234


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer