Peringkat Indonesia dalam Hal Impor Alat Militer Turun dari 5 ke 22, Berikut Alasannya

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Yang terpenting, menurut Connie, adalah mewujudkan kekuatan TNI sebagai poros maritim, dirgantara dan permukaan di dunia.

"Menhan baru di kabinet mendatang sebaiknya membuat 'road map' industri pertahanan yang lebih tertata dan terkolaborasi antara BUMN, BUMS, agar integrasi pelaku industri pertahanan semakin terwujud." tambah Muradi.

Baca: 5 FAKTA VIDEO VIRAL Betulkah Megawati Soekarnoputri Buang Muka dan Tolak Salami Surya Paloh & AHY

Lonjakan Impor Senjata Negara Australia

Selain itu, negara Australia melonjak yang pada awalnya peringkat keempat di tahun 2017, menjadi pembeli senjata impor terbesar kedua di dunia.

Negara Australia berada di bawah Arab Saudi yang menjadi negara dengan impor senjata terbanyak pada tahun 2017-2018.

Pembelian Joint Strike Fighters pada tahun lalu yang memiliki harga mahal membuat peringkat Australia naik di negara pengimpor senjata militer. (Australian Air Force)

Kenaikan peringkat tersebut berkaitan dengan dilakukan pembayaran yang mahal atas pembelian Joint Strike Fighters.

Selain itu juga karena proyek kapal selam masa depan bersama Perancis.

Pembelian ini dilakukan pada tahun lalu yang membuat peringkat Australia naik di negara pengimpor senjata militer.

Salah satu alasan meningkatnya impor senjata Australia adalah proyek kapal selam masa depan bersama Perancis. (DCNS)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer