Ole Gunnar Solskjaer kini tengah dalam tekanan, usai hanya meraih dua kemenangan dalam enam laga pembuka Liga Inggris musim 2019-2020.
Terakhir, Manchester United dikandaskan West Ham United 0-2 di pekan keenam Liga Inggris, Minggu (22/9/2019).
Kekalahan itu membuat United tertinggal jauh 10 poin dari rival abadi mereka, Liverpool yang memimpin klasemen sementara.
Dilansir Tribunnewswiki.com dari Daily Star pada Rabu (25/9/2019), meskipun Solskjaer masih dikatakan dalam posisi aman, muncul klaim pengganti, yang telah masuk dalam kantong wakil CEO United, Ed Woodward.
Baca: Ronaldo dan De Light Dianggap Jadi Penyebab Kegagalan Juventus di Liga Champions
Baca: Demi Pergi sari Manchester United, Paul Pogba Siap Tiru Cara Jitu Eden Hazard
Kandidat tersebut ialah mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.
Allegri kini tengah menganggur usai mundur pada musim panas 2019.
Kini, Allegri tengah menunggu kesempatan berkarier di Inggris.
Massimiliano Allegri pun dikabarkan mulai menjalani latihan fasih berbahasa Inggris semenjak meninggalkan Juventus musim lalu.
Perjalanan karier Allegri cukup baik selama ini.
Mantan pelatih yang sempat menangani dua
Baca: Pelatih Manchester United Kecewa dan Frustasi Akibat Pemainnya Gagal Dua Kali Eksekusi Penalti
klub Italia lain, AC Milan dan Cagliari tersebut memimpin Juventus selama lima tahun dan dua kali mencapai final Liga Champions.
Meski dikenal dengan sepak bola yang mengutamakan keseimbangan menyerang dan bertahan, corak kepelatihan Massimiliano Allegri yang cenderung menyusun taktik berdasarkan kemampuan skuad yang dimiliki, bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Manchester United.
Baca: Solskjaer Desak Manchester United Datangkan Maguire Setelah Eric Bailly Cedera Lagi
Seperti diketahui, Ole Gunnar Solskjaer terkadang menerapkan strategi sepak bola dengan penguasaan bola dan umpan pendek disuatu pertandingan, namun Marcus Rashford dkk terkadang juga bermain dengan umpan-umpan panjang.
Permasalahan yang dihadapi oleh pelatih asal Norwegia itu yakni kapabilitas skuad yang ia miliki.
Jika mereka bermain dengan penguasaan bola, mereka tak memiliki pemain belakang dan tengah yang sangat ahli dalam mengalirkan bola atau menahan bola berlama-lama.
Bek tengah Harry Maguire mungkin bisa diandalkan, karena kakinya tak canggung mengendalikan bola, akan tetapi lini tengah mereka kekurangan pasukan.
Paul Pogba lebih efektif bermain lebih kedepan daripada menjadi penyuplai dari area belakang-tengah, Nemanja Matic berposisi murni sebagai gelandang bertahan dan Fred atau Andreas Perreira inkonsisten.
Gelandang serang mereka, Jesse Lingard pun sedang dalam penurunan performa.
Lini depan Manchester United juga diisi oleh pemain dengan tipe pelari cepat seperti Rashford, Martial dan winger baru, Daniel James.
Baca: Erling Haaland Boleh ke Old Trafford, Meski Karier Ayahnya Dihancurkan Legenda Manchester United
Baca: Akibat Pneumonia, Maurizio Sarri Tak Bisa Dampingi Juventus Di Dua Laga Awal Liga Italia