Cerita ini menarik perhatian warganet karena keseramannya, bahkan penerbit buku Bukune membuat kisah horor tersebut ke dalam sebuah novel.
Tidak hanya dimasukkan ke dalam sebuah novel, bahkan cerita ini akan dibuatkan ke dalam sebuah film.
MD Pictures akan mengangkat cerita horor tersebut ke dalam sebuah film.
SimpleMan sebagai penulis dan yang mempublikasikan cerita horor KKN Desa Penari mengajukan syarat khusus kepada rumah produksi MD Pictures.
Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (25/9/2019), produser Manoj Punjabi menyatakan bahwa SimpleMan tidak ingin identitasnya diketahui oleh banyak orang.
Sehingga ia ingin identitasnya dirahasiakan setelah terjadi pertemuan dengan tim kreatif MD Pictures.
"Dia (SimpleMan) ingin identitasnya dirahasiakan. 'Saya enggak mau nongol di press conference'," kata Manoj di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).
Manoj melanjutkan bahwa selama ini setiap kontrak kerja antara MD Pictures dengan pihak manapun dalam produksi film, terdapat ketentuan bahwa semua pihak terlibat dalam jumpa pers dan promo film.
"Tapi di sini malah ada di kontrak, kami tidak mewajibkan dia (SimpleMan) ikut promosi. Kecuali SimpleMan sudah siap hadir di waktu ke depan," kata Manoj.
Namun SimpleMan akan terus mengawal dan memberi masukan ketika terjadi penggarapan skenario dan kegiatan syuting.
"Dia mau benar-benar kejadian yang dia riset," kata Manoj.
MD Pictures bersama Dee Company memberikan target bahwa film KKN Desa Penari akan tayang pada tiga bulan pertama.
"Targetnya first quarter next year 2020. Awal 2020," kata Manoj.
Akan tayang pada 2020, Manoj menjadwalkan syuting akan dilaksanakan pada November 2019.
Manoj memutuskan untuk bergerak cepat, karena film ini dinanti oleh masyarakat Indonesia dan memiliki potensi yang bagus.
Sehingga Manoj tidak ingin main-main dalam memilih pemain, sutradara, hingga penulis skenario.
Manoj memberikan penilaian yang tinggi terhadap sutradara.
Ia tidak ingin bekerja sama dengan sutradara yang memiliki prinsip kalau ingin film yang bagus maka membutuhkan waktu penggarapan film yang lama.
"Kalau kalian bilang 'aduh saya perlu waktu'. 'Kalau mau bagus enggak bisa cepat'. Artinya kami enggak cocok di proyek ini," kata Manoj.