Dikutip dari Kompas.com, Kapolda Jabar Irjen Polisi Rudy Sufahriadi menyampaikan, sebagai pelayan masyarakat, polisi bertanggung jawab atas situasi kamtibmas.
"Harus diketahui oleh kita bersama tugas kepolisian tidaklah mudah, polisi tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dan bertanggung jawab atas segala situasi Kamtibmas di wilayah Jabar," jelasnya.
Mahasiswa Kepung Gedung DPRD
Baca: Kronologi dan Duduk Perkara Kerusuhan Papua, 17 Orang di Wamena dan 4 di Jayapura Meninggal
Sebelumnya, para mahasiswa berkumpul di Monumen Perjuangan.
Kemudian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung menggelar aksi di kantor DPRD Jawa Barat.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan KUHP.
Sejumlah mahasiswa melakukan orasi dan aksi bakar ban di depan Gedung DPRD.
"Kita menolak RUU KPK, RUU KUHP, itu menjadi tujuan besar kita. Aspirasi masyarakat sudah lama terbungkam karena tidak didengar DPR," kata Limas Kiswandi, perwakilan massa Presiden Mahasiswa Universitas Pasundan, dikutip dari Kompas.com.
Mahasiswa kembali bentrok dengan polisi usai maghrib.
Saat itu, para mahasiswa yang masih berkumpul di depan Gedung DPRD Jabar sambil berorasi dan bernyanyi, terlibat bentrok dengan polisi.
Dikutip dari Kompas.com, para mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong kemudian terjadi saling lempar batu.
Akibatnya, sejumlah petugas kepolisian dan beberapa mahasiswa.
Baca: Budiman Sudjatmiko Sebut RKUHP Batal Disahkan & Minta Masyarakat Awasi Prosesnya
Bahkan, terlihat seorang mahasiswa dari pers mahasiswa seketika pingsan lantaran terkena lemparan batu.
Polisi gelar patroli pasca bentrok
Sekitar pukul 18.30, para mahasiswa mulai meninggalkan Gedung DPRD Jabar.
Dilansir Kompas.com, suasana di lokasi mulai kondusif pada Senin (23/9/2019) malam.