Setelah adanya penelitian tersebut, rokok elektronik jenis apa pun dilarang total untuk beredar di sana.
Baca: Pemerintah Bone Bolango Akan Keluarkan Perokok dari Daftar Penerima Bantuan BPJS Kesehatan
Vaping yang awalnya hanya diketahui beresiko terhadap pernapasan, ternyata juga berdampak pada hal negatif lainnya.
Penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa vaping berdampak pada kesuburan pria.
Dari hasil penelitian para dokter dan peneliti, meminta pengguna memikirkan dampak besar yang terjadi sebelum kehilangan tingkat kesuburannya.
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump juga mengumumkan akan segera menghapus rokok eletronk dari seluruh toko di Amerika Serikat.
Selain itu, terdapat beberapa bahaya dari vape, dikutip dari Hello Sehat.
Sebuah penelitian dalam Toxicology and Applied Pharmalogy, menyebutkan bahwa vape memiliki bahaya yang sama dengan efek jangka pendek dari rokok tembakau.
Gejalanya yaitu peradangan dan kerusakan paru-paru.
Selain memiliki dampak buruk bagi paru, nikotin yang terkandung di dalam vape juga membahayakan bagian tubuh yang lain.
Bagian tubuh yang terkena bahaya dari nikotin pada rokok elektrik ini yaitu otak, jantung dan sistem kekebalan tubuh.
Baca: Awas! Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Serius Berkaitan dengan Vape atau Rokok Elektrik
Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari University of Nevada menyatakan bahwa vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.
Dalam penelitian tersebut, para ahli menyebutkan zat formaldehid tersebut dapat masuk dan langsung terserap di dalam paru-paru.
Hal ini membuat bahaya vape atau rokok elektrik pada penggunanya meningkatkan peluang kanker paru yang cukup besar.
Menurut laporan dari National Academies Press yang menemukan bukti bahwa menghirup vape nikotin memicu peningkatan detak jantung.
Baca: Inilah 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Akibat Kabut Asap, Penyakit Asma hingga Jantung
Jika kebiasaan ini dipertahankan, hal ini bisa berpengaruh pada kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Dalam survei lain tentang bahaya vape disebutkan bahwa kebiasaan ini meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, angina (nyeri dada), dan penyakit jantung.