37 Orangutan Terkena ISPA akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak orangutan diamankan di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Pekanbaru untuk dirawat, Rabu (26/6/2019) malam. Sehari sebelumnya, Bea Cukai Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah satwa dilindungi yang hendak dibawa dari pelabuhan rakyat di Dumai ke Malaysia, yaitu tiga ekor anak orangutan, dua ekor monyet ekor panjang albino, satu ekor siamang dan satu ekor binturong. Seluruh satwa itu akan dijual dengan harga Rp 1,4 milyar lebih. Dua orang pengangkut satwa itu turut ditangkap dalam kasus tersebut. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY

Aditya menjelaskan contoh sederhananya ialah gajah Sumatera.

Baca: Fenomena Langit Merah di Jambi Efek Kabut Asap, Warga Mengeluh Belum Ada Bantuan

Baca: Kabut Asap Belum Usai, Jokowi Malah Unggah Vlog Bareng Jan Ethes, Warganet Berang

Jika habitat alami satwa ini terganggu di alam, maka gajah akan mencoba mencari vegetasi baru yaitu perkebunan milik warga.

Di situlah konflik timbul. Ketika gajah ingin bertahan hidup namun masyarakat menganggapnya sebagai hama, maka perburuan ataupun pertikaian antara manusia dan gajah sangat bisa terjadi.

Dijelaskan oleh Dito bahwa Sumatera saat ini sangat sedikit hutan alamnya.

Di Sumatera bagian tengah hanya tersisa di daerah penyangga Bukit Tigapuluh, Jambi.

"Semakin kecil lahan, semakin cepat juga satwa di alam akan mengalami kepunahan," tutur Dito.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika/Kompas.com)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer