Mengenang Sosok Chrisye, Simak 7 Fakta Menarik: Sempat Jual Mobil hingga Menjadi Muallaf

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Chrisye lahir di Jakarta, 16 September 1949, dan meninggal dunia di Jakarta, 30 Maret 2007, pada umur 57 tahun.

Sejak kecil, Chrisye telah tertarik dengan dunia musik.

Sewaktu duduk di bangku SD, Chrisye mulai mendengarkan piringan hitam milik ayahnya.

Dia bernyanyi mengiringi lagu-lagu Bing Crosby, Frank Sinatra, Nat King Cole, dan Dean Martin.

Saat duduk di bangku SMA, Beatlemania tiba di Indonesia. Ini membuat Chrisye lebih tertarik dengan dunia musik.

Menganggapi kehendak Chrisye untuk bermain musik, ayahnya membeli sebuah gitar.

Dia memilih gitar bas, sebab dia beranggapan bahwa gitar tersebutlah yang paling mudah dipelajari.

2. Perokok Berat

Sewaktu SMA, Chrisye diam-diam mulai merokok.

Pada suatu saat dia ditangkap kepala sekolah dan disuruh merokok delapan batang secara bersamaan di depan siswa-siswi lain.

Tetapi dia tetap terus merokok sehingga menjadi perokok berat.

3. Mualaf

Pada awal tahun 1981, Chrisye mendekati sekretaris Guruh Soekarnoputra, yaitu Gusti Firoza Damayanti Noor (Yanti).

Saat yakin ingin menikah dengan Yanti, ada satu yang menjadi penghalang yakni agama.

Chrisye non-muslim sementara Yanti muslim.

Soal ini, Chrisye berujar, "sebetulnya ada hal yang sudah mengusik saya, jauh sebelum bertemu Yanti. Yakni, krisis keimanan saya.

Di tengah kesibukan saya bermusik, sebetulnya saya merasakan kesepian yang misterius.

Saya seperti merindukan sesuatu yang tidak bisa saya gambarkan bentuknya.

Diam-diam saya menekuni agama Islam, hingga suatu saat saya menjadi sangat yakin. Saya ingin memeluk Islam.”

Keinginan itu ia pendam. Ia tak berani mengungkapkan, apalagi kepada orang tuanya.

"Saya pernah menangis semalaman karena memikirkan ini,” kata dia.

Halaman
1234


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer