Habibie Donorkan Korneanya? Ini Alasan Thareq Habibie Kenakan Penutup Mata

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Putra kedua presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie saat jumpapres kondisi BJ Habibie di RSAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa, (10/9/2019). Thareq Kemal Habibie rmenerangkan kalau ayahnya BJ Habibie yang sedang di rawat intesif ini membutuhkan istirahat penuh dan tidak bisa diganggu.

Aqueous humour itu sendiri adalah cairan alami yang berfungsi menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membersihkan kotoran pada mata.

Baca: Kuliah di Bidang Konstruksi Pesawat Juga, Anak Ilham Habibie Ini Bakal Ikuti Jejak Sang Kakek?

Baca: Cerita BJ Habibie Siapkan Makam di Samping Ainun hingga Buat Persyaratan

DETEKSI DINI GLAUKOMA. Tenaga medis dari rumah sakit mata Dr Yap melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan dini glaukoma di Puskemas Gondokusuman I, Kota Yogyakarta, Rabu (14/3/2018). Deteksi dini glaukoma yang dilakukan secara gratis kepasa 100 orang warga tersbeut diadakan dalam rangka peringatan pekan glaukoma sedunia sebagai bentuk peringkatan pengetahuan masyarakat akan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan permanen no satu didunia.

Ketika terjadi gangguan pada sistem aliran cairan ini akan menyebabkan penimbunan cairan aqueous humour dan meningkatkan tekanan pada bola mata.

Meningkatnya tekanan pada bola mata kemudian dapat merusak saraf optik.

Glaukoma menjadi penyebab kebutaan terbanyak kedua di dunia setelah katarak.

Data yang dihimpun WHO pada 2010 menunjukan, 39 juta orang di dunia menderita kebutaan dan 3,2 juta di antaranya disebabkan oleh glaukoma.

Meskipun glaukoma bukanlah kondisi yang dapat dicegah, tapi gejalanya akan lebih mudah diredakan jika kondisi tersebut dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Baca: Joshua Suherman Sebut Sosok BJ Habibie Inspirasi Bikin Lagu Pesawat Terbang

Baca: Kenang BJ Habibie, Reza Rahadian: Saya Sakit, Eyang Ngotot Stop Syuting dan Antarkan ke RS

Ilustrasi pemeriksaan mata

Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap penderita glaukoma.

Akan tetapi penderita glaukoma umumnya mengalami gangguan penglihatan.

Beberapa gangguan penglihatan yang muncul dapat satu di antaranya; penglihatan kabur, terdapat lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke arah cahaya terang, memiliki sudut buta (blind spot), serta kelainan pada pupil mata, seperti ukuran pupil mata tidak sama.

Diduga kelainan gen merupakan faktor utama terjadinya glaukoma.

Ditambah lagi ada beberapa faktor sekunder yang menjadi penyebab glaukoma, seperti cidera akibat paparan zat kimia, infeksi, peradangan, hingga penyumbatan pembuluh darah.

Pengobatan glaukoma dilakukan untuk mencegah kebutaan total dan mengurangi gejalanya.

Pengobatan tersebut dapat berbeda-beda, karena disesuaikan dengan kondisi pasien.

 Metode pengobatan glaukoma meliputi pemberian obat tetes, terapi laser, hingga operasi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer