Ratusan Mahasiswa Papua Berbondong-bondong Pulang ke Jayapura: Sebagian Besar dari Manado dan Jawa

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ratusan mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di berbagai wilayah di Indonesia dikabarkan telah pulang ke Jayapura.

Ratusan mahasiswa asal Papua yang tersebar di berbagai daerah berduyun-duyun pulang kampung ke Bumi Cendarawasih.

Majelis Rakyat Papua (MRP) membenarkan informasi yang menyebut banyak mahasiswa asal Papua yang sebelumnya berkuliah di luar Papua, telah kembali ke Jayapura.

"Sudah lebih dari 200 mahasiswa yang kembali dengan biaya sendiri. Tapi, mahasiswa yang pulang ini dapat ancaman berupa apa, terornya seperti apa, kami belum klarifikasi," ujar Ketua MRP Timotius Murib, ketika dihubungi, Minggu (8/9/2019).

Baca: Daftar Anggota DPR RI & DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Papua Barat Periode 2019-2024

Baca: Daftar Anggota DPR RI & DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Papua Periode 2019-2024

Timotius Murib mengakui, hingga kini dirinya belum bertemu langsung dengan para mahasiswa tersebut.

Namun, Timotius memastikan sebagian mahasiswa tersebut kini berada di Jayapura.

"Sementara ini, 200 mahasiswa yang pulang ini di Jayapura saja, ada beberapa yang langsung kembali ke kampung mereka, ada yang ke Wamena, Nabire, dan daerah-daerah pedalaman," tutur Timotius Murib.

Selain dari Manado, Sulawesi Utara, Timotius mengatakan, mahasiswa asal Papua yang memilih kembali juga berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa.

Baca: Wawancara dengan Aktivis Kemerdekaan Papua, Wartawan ABC News Australia Mengaku Dibuntuti

Baca: Prabowo Subianto dan Mantan BIN Hendropiyono Lakukan Diskusi, Singgung Isu Papua hingga Jadi Oposisi

Setelah insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, terang dia, banyak reaksi bermunculan.

Lalu pada 19 Agustus, ada aksi demo damai yang diikuti oleh ribuan masyarakat dan mahasiswa yang kemudian ditemui oleh Gubernur, Ketua MRP, dan Ketua DPR Papua.

Dari salah satu aspirasi yang dibacakan pendemo meminta kepada Pemprov Papua, dalam hal ini gubernur, MRP dan DPRP, agar memulangkan mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia yang merasa tidak nyaman.

"Berdasarkan aspirasi tersebut maka MRP mengeluarkan maklumat (pada 21 Agustus), apabila adik-adik mahasiswa dan mahasiswi tidak merasa nyaman, tidak ada perlindungan dari provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, maka kami akan minta (mereka) untuk pulang, setelah pulang mereka lanjutkan pendidikan di Tanah Papua," tutur dia.

Baca: Pemerintah Akhirnya Buka Akses Layanan Internet di Provinsi Papua dan Papua Barat

Baca: Benny Wenda Akhirnya Bicara soal Kerusuhan Papua, Ancam Papua Bisa Menjadi Timor Timur Berikutnya

Timotius menyebut, ada utusan dari Kapolri yang merupakan mantan Kapolda Papua, yang meminta MRP meninjau kembali maklumat tersebut.

"Kami akan menggelar rapat untuk melihat kembali maklumat kami, karena jangan-jangan maklumat kami itu dijadikan dasar oleh adik-adik kami pulang," kata dia.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "200 Mahasiswa asal Papua Pulang Kampung, MRP Akan Evaluasi Maklumat"

Dalang Penggerak Mahasiswa

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian kembali membeberkan dalang kerusuhan di tanah Papua.

Tito menyebutkan bahwa ada sejumlah organisasi yang melatarbelakangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Dua di antaranya adalah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"ULMWP dan KNPB bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka yang produksi hoaks itu," ujar Tito saat berkunjung ke Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2019).

Halaman
123


Editor: haerahr

Berita Populer