"Contoh adalah pertama kali Liem Swie King yang masuk tahun 1969, terus jadi juara All England tahun 1978. Yang berarti butuh 9 tahun untuk menjadi juara," imbuh Sigit Budiarto.
Sigit Budiarto menegaskan, dengan berbagai proses dan waktu yang dibutuhkan untuk mencetak atlet berprestasi maka PB Djarum tak semena-mena untuk mengeksploitasi anak.
"Jadi bukan berarti semena-mena menjadikan anak dieksploitasi," ucap Sigit Budiarto.
Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty mengatakan, KPAI tak melarang proses audisi yang diselenggarakan Djarum Foundation melalui PB Djarum.
“Perlu ditegaskan rekrutmen ini dalam bentuk audisi tidak kami larang,” kata Sitti saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019) siang.
Ia menjelaskan, yang diprotes oleh KPAI adalah proses yang dianggap mengeksploitasi anak secara terselubung.
“Yang dilarang adalah bentuk eksploitasi terselubungnya,” ujar Sitti.
KPAI meminta proses eksploitasi anak secara terselubung yang ada di dalam program beasiswa olahraga ini dihentikan.
Baca: Warganet Ungkap Kekecewaan Terhadap KPAI, Tagar #bubarkanKPAI Jadi Trending Topic di Twitter
Baca: Gara-gara KPAI, Audisi PB Djarum Dihentikan, Icuk Sugiarto: KPAI Jangan Pakai Kacamata Kuda
Seto Mulyadi selaku pemerhati anak menegaskan, dirinya sudah beberapa kali memohon untuk menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan tentang ratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
Hal tersebut dilakukan guna mengendalikan tentang persoalan tembakau.
"Indonesia satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum meratifikasi FCTC tersebut, bila sudah diratifikasi maka iklan rokok tidak boleh ada lagi," terang Kak Seto dikutip TribunnnewsWiki dari Kompas.com.
Kendati demikian, sudah banyak Bupati dan Wali Kota yang melarang iklan rokok di daerah mereka.
Namun, Kak Seto juga mengkritisi beberapa Bupati dan Wali Kota yang masih memanfaatkan iklan rokok dengan menggunakan anak-anak sebagai alat.
Menurut Kak Seto, yang terpenting adalah pihak PB Djarum segera duduk bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Jangan sampai pembinaan atlit usia muda khususnya bulutangkis terputus hanya gara-gara permasalahan iklan.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa masyarakat jangan menyalahkan dan menuding KPAI sebagai penyebab tidak bisanya anak-anak mewujudkan cita-cita sebagai pebulu tangkis.
Menurutnya, tujuan dari KPAI adalah mencari jalan terbaik untuk semua pihak.