Istri Anggota DPRD Labrak dan Tampar Guru Agama, Tak Diterima Anaknya Luka Lebam karena Disetrap

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasri guru Agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Istri Anggota DPRD Labrak dan Tampar Guru Agama, Tak Diterima Anaknya Disetrap karena Berulah

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Istri seorang anggota DPRD Lombok Timur, NTB, bernama Endang Srihartuti, disebut-sebut memukul dan mencaci maki seorang guru agama di SDN 4 Desa Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Rabu (4/9/2019).

Endang Srihartuti tak terima AH, anaknya, dihukum oleh Kasri, guru agama di sekolah tersebut.

Kasri mengaku menghukum setrap AH karena AH telah membuat temannya menangis.

Kejadian ini bermula saat Kasri, guru agama tersebut mencoba menasihati AH, anak anggota DPRD yang duduk di bangku kelas 5 SD, karena telah membuat temannya menangis.

Baca: Cara Membuat Paspor Elektronik bagi Kamu yang Tidak Sempat Mengantri di Kantor Imigrasi

Baca: Viral Video Detik-detik Robohnya Crane saat Badai Dorian di Kanada

Oleh Kasri, anak anggota DPRD tersebut diberi sanksi setrap dengan menggunakan tangan.

"Awal mulanya, saya sedang mengajar untuk melatih hafalan kepada murid-murid saya, suatu ketika ada seorang anak menangis yang melapor karena telah dipukul oleh anak Dewan tersebut, oleh karena itu saya panggil anak Dewan itu untuk memberikan setrap," ungkap Kasri, saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2019).

Menurut dia, sebagai guru agama, ia sudah mempertimbangkan apa hukuman yang telah diberikan kepada anak anggota DPRD tersebut.

Baca: Freddy Siauw Mualaf, Felix Siauw Curhat Soal Kebenciannya Dahulu pada sang Kakak di Facebook

"Menurut saya, itu hal yang sudah saya pertimbangkan batas kewajaran saya bagaimana mendidik anak dengan memberi sedikit hukuman dengan strap," ungkap Kasri.

Setelah kejadian itu, si anak melaporkan ke orangtuanya.

Orangtua anak tersebut lalu mendatangi sekolah dengan marah-marah dan diduga memukul Kasri.

"Tiba-tiba si ibu Dewan itu marah-marah sambil berkata kotor, menyebut saya anj*ng, lalu memukul saya dan terkena pelipis," tutur Kasri.

Waktu itu, lanjut Kasri, dia hanya bisa diam saja dan seorang guru mencoba melerai pelaku, dengan menyatakan persoalan itu bisa dibicarakan dengan baik-baik di ruangan kepala sekolah.

"Ada teman melerai kemudian diajak ke ruang kepala sekolah untuk diajak mediasi, namun dia tetap marah-marah, dan tidak terima," ungkap Kasri.

Baca: Bermain di Film Hayya, Ria Ricis Belajar Bahasa Melayu dan Kerja Menjadi Babysitter

Saat berada di ruangan kepala sekolah, istri anggota DPRD tersebut meminta agar dirinya dipecat dari sekolah, namun kepala sekolah menolaknya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak Disetrap, Istri Anggota DPRD Lombok Timur Ngamuk dan Diduga Pukul Guru"

Anak Disebut Luka Lebam

Saat dikonfirmasi, Mahrus, anggota DPRD Lombok Timur dapil lima, suami dari Endang Srihartuti menyebutkan, kemarahan istrinya itu lantaran melihat kondisi anaknya yang mengalami luka lebam sehingga langsung mendatangi sekolah.

"Iya, istri saya marah-marah karena keberatan anaknya dipukul, tapi kalau dia (istri) yang memukul guru saya tidak tahu," ungkap Mahrus.

Menurut Mahrus, wajar jika anak-anaknya sedikit nakal di sekolah, dan tidak harus dipukul.

"Iya, saya kira wajar kalau nakal-nakal sedikit, namanya juga anak-anak," ungkap Mahrus.

Halaman
12


Editor: haerahr

Berita Populer