Ibu korban, Paula menyesalkan kejadian pemukulan tersebut dan tak terima anaknya dipukul siswa lain.
Apalagi, menurut Paula, kejadian tersebut berlangsung di sekolah.
Paula juga tak habis pikir, pelaku dengan tega menghajar seorang perempuan.
Paula menilai, perbuatan itu tidak pantas karena anaknya seorang perempuan dan pelaku pemukulan adalah seorang siswa laki-laki.
“Dia kesulitan bernafas karena dadanya sakit dan sesak. Dia juga kesulitan meggerakkan tangan karena dadanya terasa sakit," kata Paula.
Paula mengaku belum berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Terlebih dahulu, Paula dan pihak keluarga korban membawa korban ke dokter spesialis untuk diperiksa kondisi kesehatannya setelah korban merasa kesakitan dan sesaf nafas karena dadanya ditendang pelaku.
Terkait dengan laporan, Paula masih meminta pihak sekolah untuk mengambil peran dalam penyelesaian kasus kekerasan yang menimpa anaknya tersebut.
Sebab, menurut Paula, kasus kekerasan ini terjadi di sekolah dan masih tanggung jawab pihak sekolah untuk memanggil siswa bersangkutan.
Pelaku berinisial B tercatat adalah siswa baru pindahan dari sekolah lain.
Pelaku baru beberapa hari bersekolah di SMA Negeri 3 Polewali Mandar.
Sejumlah guru yang mengetahui kejadian tersebut mendatangi rumah korban untuk mencari tahu akar masalahnya, yang membuat kedua pelajar tersebut bertengkar dan pemukulan tersebut terjadi.
Baca: 12 Fakta Perempuan Cantik asal Surabaya Diduga Dibunuh Suaminya di Australia: Suami Bantah
Baca: Paksa Dua Anaknya Makan Kotoran Anjing, Perempuan Amerika Dipenjara
Baca: Penumpang Pria di Samarinda Nekad Buka Ritsleting Celana dan Tunjukkan ke Sopir Perempuan Muda