Selain Romelu Lukaku, Ini Deretan 7 Pemain yang Pernah Jadi Korban Rasisme di Stadion

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Inter Milan, 8 Agustus 2019.

Karena kesal, Boateng kemudian menendang bola ke arah tribun dan mengajak pemainnya untuk meninggalkan lapangan.

Sebenarnya wasit yang memimpin pertandingan saat itu sempat mencoba menenangkan Boateng untuk tetap melanjutkan pertandingan, namun akhirnya para pemain lainnya juga ikut meninggalkan lapangan.

Suatu waktu, Boateng kemudian mengungkapkan tingginya tingkat rasisme di sepak bola Italia, yang kemudian menjadi alasan kepergiannya dari Serie A.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Selasa 3 September 2019, Taurus Perhatikan Kesehatan, Leo Tampak Bahagia

Baca: Hong Kong Semakin Memanas, Meriam Air hingga Bom Molotov Warnai Aksi Demonstrasi

 5. Mario Balotelli

Ketika berseragam AC Milan, Mario Balotelli juga kerap menjadi korban rasisme.

Salah satunya, pemain timnas Italia keturunan Ghana itu menjadi bahan ejekan pendukung AS Roma pada lanjutan Serie A Liga Italia 2013 silam.

Wasit gian luca Rocchi yang memimpin pertandingan saat itu harus menghentikan pertandingan ketika laga baru berlangsung beberapa menit.

Hal itu karena para pendukung AS Roma menyanyikan lagu-lagu ejekan kepada Balotelli.

Akhirnya panitia pun memberikan peringatan lewat pengeras suara.

Alih-alih mereda, para pendukung AS Roma justru semakin bersemangat mengejek Balotelli.

Para pendukung AS Roma baru berhenti setelah wasit meminta kepada kapten AS Roma, Fransesco Totti untuk menenangkan pendukungnya.

6. Samuel Eto’o

Penyerang legendaris Barcelona, Samuel Eto’o yang berasal dari Kamerun juga tidak lepas dari perlakuan rasisme ketika berada di lapangan.

Meski berbagai prestasi dan penghargaan telah didapatkannya, namun bukan berarti dia aman dari perlakuan rasisme.

Salah satu kasus rasisme yang dialami terjadi pada 2006.

Saat itu sebagian kecil pendukung Zaragoza terus mengejeknya dengan nada-nada rasisme.

Akibatnya, Eto’o memutuskan untuk menjauh dari lapangan sebagai tindakan proses.

Dia baru kembali bermain setelah ditenangkan oleh para pemain di kedua tim.

“Saya adalah orang yang berkulit hitam, dan jika seseorang membayar tiket cuma untuk mengejek saya seperti monyet, maka saya akan bertindak seperti monyet,” katanya setelah pertandingan.


7. Dani Alves

Bintang Timnas Brasil, Dani Alves juga pernah mengalami perlakuan rasisme yang cukup parah.

Halaman
1234


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer