Dalam siaran Kompas TV, sejumlah kendaran kecalakaan beruntun itu tampak luluh lantah.
Kendaraan saling menumpuk di satu titik, dan sebagian lagi menghantam bagian kendaraan lainnya.
Dari pantauan Tribunjabar.id, tampak di antara kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu menyisakan kendaraan dalam kondisi utuh dan dikatakan selamat.
Kendaraan selamat itu adalah bus Budiman jurusan Jakarta - Tasikmalaya.
Padahal posisi bus Budiman itu tepat berada tepat di belakang kendaraan diduga sumber kecelakaan sehingga menumpuk.
Setelah ditelusuri, bus Budiman itu hanya mengalami lecet di bagian kiri badan bus.
Namun nahas, sejumlah mobil dibagian depan dan disamping kiri bus Budiman tampak hancur parah hingga terguling.
Kendaraan yang rusak di depan bus Budiman itu di antaranya minibus yang melintang di jalan jalur kanan.
Disusul sebuah truk terguling menimpa minibus lainnya yang berada di depan samping kiri bus Budiman.
Sementara itu, bus Budiman serta kendaraan lainnya yang berada di belakangnya di lajur kanan tampak hampir tak mengalami kecelakaan.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan terjadi di kilometer 92 Tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.
Delapan orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyono Dulrachman menjelaskan, kecelakaan beruntun tersebut bermula dari kecelakaan tunggal dump truck yang terbalik di Kilometer 92.
Kemudian, saat ada empat kendaraan mengantre menunggu evakuasi dump truck yang terbalik, ada dump truck bermuatan tanah yang hilang kendali karena rem blong.
"Dump truck bermuatan tanah itu menabrak empat kendaraan yang tengah mengantre," kata Pujiyono.
Kemudian, di belakang dump truck bermuatan tanah ada 15 kendaraan yang mengalami kecelakaan beruntun.
Empat kendaraan bahkan terbakar.
Akibat kecelakaan tersebut, delapan orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan 25 luka ringan.
"Pasien luka berat tengah diobservasi. Jika pihak rumah sakit mampu menanangi dan alat memadai, akan dirawat di sini. Jika tidak, dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar," katanya.