Ibu Tua Ini Tiap Lebaran Masih Masak buat Anak-Cucunya, Padahal Semua Sudah Dibantai Saminah

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka Irvan dan Putra saat memperagakan membuang para korban ke dalam lubang dibelakang rumah Misem di Banyumas, pada Rabu (28/8/2019).

Meskipun tinggal terpisah, tetapi Edi masih sering mengunjungi Misem setiap Sabtu dan Minggu untuk mengantar makanan.

Setelah kejadian hilangnya keempat keluarga yang lain itu, Edi mengatakan sempat mencari keberadaan mereka.

Kondisi Rumah Misem (kanan) dan anaknya terangka Saminah di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebelum dipasang garis polisi, Minggu (25/8/2019).

"Selepas hilang satu minggu itu saya sempat melaporkannya kepada polisi.

Saya mencari Pipin dan Supratno hingga ke Purwokerto," katanya.

Edi mengatakan juga pernah menanyakan kepada Minah kemana para korban itu pergi.

Tetapi Saminah selalu menjawab tidak tahu.

Tak tahunya, Wanita ini menjadi otakpebunuhan saudaranya sendiri.

Selama lebaran dia juga selalu mengirim makanan ke rumah Misem.

"Saat lebaran, ibu (Misem) selalu menanyakan kemana Supratno, Yono, Heri, dan Pipin, kenapa tidak pulang-pulang.

Tetapi saya selalu menguatkan ibu dan mengatakan jika masih berjodoh pasti mereka akan kembali," imbuhnya.

Tersangka Irvan, anak dari Saminah pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Banyumas, pada Selasa (27/8/2019).

Mengetahui anggota keluarganya dibunuh dengan cara sadis oleh para keponakannya sendiri, Edi ingin mereka dihukum saja seberat-beratnya.

Suparyo Kepala TU SMPN 4 Banyumas menunjukkan foto diri Supratno yang tersimpan di sekolah, Rabu (28/8/2019).

Pasca kejadian tersebut, Edi rencananya akan membawa Misem kerumahnya yang ada di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor. 

(Tribunjateng/Permata Putra Sejati).



Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer