Meskipun tinggal terpisah, tetapi Edi masih sering mengunjungi Misem setiap Sabtu dan Minggu untuk mengantar makanan.
Setelah kejadian hilangnya keempat keluarga yang lain itu, Edi mengatakan sempat mencari keberadaan mereka.
"Selepas hilang satu minggu itu saya sempat melaporkannya kepada polisi.
Saya mencari Pipin dan Supratno hingga ke Purwokerto," katanya.
Edi mengatakan juga pernah menanyakan kepada Minah kemana para korban itu pergi.
Tetapi Saminah selalu menjawab tidak tahu.
Tak tahunya, Wanita ini menjadi otakpebunuhan saudaranya sendiri.
Selama lebaran dia juga selalu mengirim makanan ke rumah Misem.
"Saat lebaran, ibu (Misem) selalu menanyakan kemana Supratno, Yono, Heri, dan Pipin, kenapa tidak pulang-pulang.
Tetapi saya selalu menguatkan ibu dan mengatakan jika masih berjodoh pasti mereka akan kembali," imbuhnya.
Mengetahui anggota keluarganya dibunuh dengan cara sadis oleh para keponakannya sendiri, Edi ingin mereka dihukum saja seberat-beratnya.