“Kerangka manusia ditemukan dalam kondisi lengkap. Masih menggunakan pakaian semua,” kata Bambang saat ditemui di Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas di Purwokerto, Senin.
Kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi bertumpuk di lubang itu.
Posiis kerangka agak tertekuk akibat lubang yang sempit.
“Yang jelas tidak wajar karena ukuran lubangnya saja berbeda dengan pemakaman pada umumnya. Posisi kerangka bertumpuk, agak nekuk-nekuk. Diperkirakan masuk lubang dalam kondisi lemas,” ujarnya.
Untuk mengungkap identitas empat kerangka itu, Bambang mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah untuk melakukan tes DNA.
“Yang pertama mau kita ketahui siapa dulu korbannya, memang ada beberapa informasi, tapi masih kami kroscek dulu. Kami sudah koordinasi dengan Mabes dan Polda, kita mau melakukan tes DNA,” katanya.
Warga sempat cium bau tak sedap
Marhadi (34), warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan empat kerangka itu, mengaku sama sekali tidak menyangka, di dalam lokasi bekas kubangan bebek ternyata ditemukan empat kerangka tersebut.
“Warga kaget semua, tidak ada yang menyangka,” kata Marhadi di sekitar lokasi penemuan kerangka manusia, Minggu (25/8/2019).
Marhadi menceritkan, suatu ketika warga yang rumahnya tepat di belakang kebun tersebut pernah mencium bau tidak sedap.
Namun, bau tersebut diduga berasal dari kolam ikan yang lokasinya berada di sisi barat bekas kubangan bebek dengan jarak sekitar 5 meter.
“Dulu pernah ada yang mencium bau tidak enak katanya, tapi dikiranya dari kolam ikan,” ujar Marhadi.