Namun kondisi mereka yang tidak berdaya, membuat para pelaku melancarkan aksinya.
Mohamad Zaenal sebelumnya mengatakan mengatakan, tiga pelaku yang membantai rekan-rekannya sesama ABK itu mempersenjatai diri mereka dengan parang.
Baca: FPI Surabaya Klarifikasi Aksi di Asrama Papua Surabaya: Sebut Tri Susanti yang Ajak Ikut Aksi Demo
Baca: TNI Gadungan Sudah Tipu Banyak Perempuan, Pacari Lalu Minta Duit: TNI Amankan, Pajang di Facebook
Baca: Ramalan Kesehatan Zodiak Hari Ini Jumat 23 Agustus 2019: Aries dan Pisces Sama-sama Berenergi
Sebanyak 13 ABK memilih mencoba menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.
“13 ABK yang memilih melompat ke laut itu karena mereka ketakutan. Mereka tidak berdaya saat itu,” kata Zaenal.
Aksi pembantaian di KM Mina Sejati terjadi pada Sabtu (17/8/2019) ketika kapal motor yang mengangkut 36 ABK dan nahkoda tersebut berlayar di perairan Kapulauan Aru, Maluku.
Dalam kejadian itu, 13 ABK ditemukan, dua di antaranya tewas, sedangkan 23 ABK, termasuk tiga pelaku, belum diketahui.
TNI AL menduga kuat, 23 ABK, termasuk tiga pelaku, telah tewas terbunuh dalam insiden tersebut.
Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official