Jelang Idul Adha 2019, Ini Doa Niat dan Keistimewaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi puasa sunnah Tarwiyah dan puasa sunnah Arafah.

Masih mengutip dari sumber yang sama, Ibnu Abbas mencatat bahwa sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.

Umat muslim di Indonesia mungkin kebanyakan menunaikan puasa sunah dua hari menjelang Idul Adha atau yang biasa dikenal dengan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang disunahkan sebelum Idul Adha yakni tanggal 8 Dzulhijjah.

Mengutip dari zakat.or.id, berikut ini niat Puasa Tarwiyah.

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: saya niat berpuasa sunah tarwiyah karena Allah ta’ala.

Sementara itu, Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilakukan tepat pada hari arafah yakni tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa ini menjadi puasa yang paling dianjurkan.

Dalam kitab Sahih Muslim keutamaan puasa arafah diriwayatkan oleh Abu Qatadah dari Rasulullah SAW.

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: “Puasa di hari arafah dapat menghapusakan dosa dua tahun yang telah lewat dan akan datang, dan puasa asyura (10 Muharram) mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Berikut ini niat Puasa Arafah dikutip dari zakat.or.id.

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.

Mengacu pada keputusan Ormas Muhammadiyah, maka tanggal 8 Dzulhijjah atau Puasa Tarwiyah dapat dilakukan pada Jumat, 9 Agustus 2019.

Sementara Puasa Arafah dapat dilakukan pada Sabtu, 10 Agustus 2019.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer