Itu saja permintaan saya.
6. Di awal rapat, Presiden Joko Widodo mempertanyakan penyebab terjadinya gangguan listrik massal tersebut.
Menurutnya, dalam sebuah manajemen besar seperti PLN, semestinya ada tata kelola risiko berikut dengan rencana cadangannya.
Baca: Nama Resmi Whatsapp dan Instagram akan Diganti setelah Diakuisisi Facebook, Berikut Penjelasannya
Baca: Dampak Pemadaman Listrik Hari Ini di Jakarta, Ojek Online Kelimpungan, Pasokan Air Terganggu
7. Presiden Joko Widodo: Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik.
8. Kejadian serupa sebetulnya pernah terjadi sekitar belasan tahun lalu di mana saat itu listrik di Jawa dan Bali mengalami mati total.
Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa seharusnya kejadian tersebut dijadikan sebuah pelajaran bagi PLN.
9. Presiden Joko Widodo: Jangan sampai kejadian yang sudah pernah terjadi itu kembali terjadi. Ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN, tetapi juga banyak hal konsumen sangat dirugikan.
Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya.
10. Plt. Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani menjelaskan penyebab mati listrik massal yang terjadi mulai pukul 11.48 WIB akibat gangguan pada sistem transmisi saluran udara tegangan ekstra-tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV) Ungaran-Pemalang.
11. “Kami mohon maaf Pak, prosesnya lambat. Kami akui Pak, prosesnya lambat,” kata Sripeni.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 Agustus: Marilyn Monroe Ditemukan Meninggal
Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Pangeran Mohammad Noor
12. Setelah mendengarkan penjelasan Plt. Dirut PLN tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa seharusnya kejadian-kejadian seperti ini telah diantisipasi sebelumnya.
13. Presiden Joko Widodo: Pertanyaan saya, tadi di penjelasannya panjang sekali.
Pertanyaan saya, bapak, ibu semuanya ini kan orang pintar-pintar, apalagi urusan listrik sudah bertahun-tahun.
14. Presiden Joko Widodo: Apakah tak dihitung, tidak dikalkulasi bahwa akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya.
Kalau tahu-tahu drop gitu artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi dan betul-betul merugikan kita semuanya
15. Turut mendampingi Presiden Joko Widodo ke kantor pusat PLN antara lain, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kominfo Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian.
Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official