Dikutip dari Kompas.com, petugas segera melakukan evakuasi terhadap 90 pendaki yang tengah berada di gunung tersebut.
Kemudian, petugas segera mendeteksi luas lahan yang terbakar di Gunung Arjuno dan berusaha melakukan pemadaman.
Usaha tersebut menuai hasil.
Baca: Laga Persela Lamongan Vs Borneo FC Berakhir Sama Kuat, Sempat Diwarnai Insiden dan Kartu Merah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur memastikan bahwa kebakaran hutan di Gunung Arjuno telah padam, Senin (29/7/2019).
Berikut sejumlah fakta dari perkembangan kebakaran Gunung Arjuno, dihimpun Tribunnewswiki.com dari Kompas.com :
Lokasi kebakaran berada di Blok Gentong Growah pada elevasi antara 2.700 hingga 2.800 meter dari permukaan laut (mdpl).
"Luasan hutan yang terdampak kebakaran hutan diperkirakan 40 hektare di Blok Gentong Growah dengan elevasi antara 2.700-2.800 mdpl," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim melalui keterangan tertulis, Senin malam.
Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Setelah itu tim melakukan pemantauan sekitar dua jam sebelum akhirnya turun ke bawah. Pukul 14.30 WIB seluruh tim penanganan darurat kebakaran hutan Gunung Arjuno sudah ditarik mundur.
Tim juga akan melakukan pemantauan selama tiga sampai tujuh hari ke depan.
Baca: Terjadi Penembakan di Festival Makanan di California AS, Tiga Orang Tewas, Puluhan Lainnya Terluka
Sementara itu, jalur pendakian menuju gunung setinggi 3.339 mdpl itu ditutup sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
"Rekomendasi dari tim di lokasi bahwa jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih ditutup sampai dengan waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.
Pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo yakin kebakaran di Gunung Arjuno disebabkan oleh ulah manusia.
Namun begitu, motif pembakaran itu masih belum diketahui.
"Yang jelas dibakar manusia, cuma motifnya apa belum tahu, yang jelas itu dibakar.
Cuma motifnya aja yang belum ketahuan," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Dedi Hadiana saat dihubungi, Senin (29/7/2019).