Nah, bayi bernama Reika ini beruntung banget karena dapat memakai kain Sumba yang usianya lebih dari 150 tahun.
Dibuat dari kapas yang ditenun penuh cinta oleh tangan-tangan anak gadis dan para ibu.
Tiap helainya dirajut menjadi kesatuan yang utuh tak lupa diwarnai menggunakan bahan alami sehingga dapat bertahan puluhan bahkan ratusan tahun.
Diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya sebagai bentuk wujud cinta kasih.
Baca: Doa dan Harapan Basuki Tjahaja Purnama di Ulang Tahun Jokowi yang ke-58
Dari Sumba, kita kembali ke Pulau Sumatera tepatnya tanah Minang.
Bayi cantik satu ini terlihat sangat menggemaskan dalam balutan busana adat khas Minang yang bernama Limpapeh Rumah Nan Gadang atau sering disebut Bundo Kanduang.
Lengkap dengan penutup kepala berbentuk seperti rumah gadang bernama tingkuluak atau tengkuluk.
Dari Sumatera, mari kita ke tanah Jawa.
Dalam balutan kebaya kutu baru berbahan beludru hitam dan corak emas serta kain jarik, bayi perempuan di atas tampak sangat menggemaskan.
Hanya kurang sanggulnya saja ya moms?
Terakhir adalah potret bayi perempuan dalam balutan busana adat Dayak.
Busana bernama King Bibinge tersebut terdiri dari atasan, bawahan dan hiasan kepala yang dihiasi manik-manik warna-warni khas Suku Dayak.
Gimana moms? tertarik melakukan pemotretan dengan konsep busana adat nusantara seperti bayi-bayi di atas?